Soal Harga Nikel dan Pengaruhnya ke Emiten seperti INCO, NCKL, MBMA, ANTM
JAKARTA, investor.id - Stockbit dalam ulasannya yang dirilis 22 Januari 2024 menyebutkan bahwa penurunan harga nikel yang berkepanjangan mulai memberikan dampak negatif bagi para produsen nikel global, khususnya di Australia.
Beberapa produsen memutuskan untuk menutup sementara tambang mereka, sementara yang lain mengumumkan akan mengevaluasi ulang proyeknya. Berikut rinciannya:
Wyloo Metals: mengumumkan akan menutup sementara operasi tambang nikel di Kambalda, Australia pada akhir Mei 2024 imbas rendahnya harga nikel. Pengumuman ini hanya berselang 6 bulan setelah Wyloo Metals mengakuisisi tambang tersebut senilai 760 juta dolar AS.
BHP: mengumumkan sedang mengevaluasi ulang bisnis nikelnya. Menurut laporan Reuters, sebagaimana dikutip melalui ulasan Stockbit, BHP kemungkinan perlu menunda proyek nikel senilai 1,2 miliar dolar AS di West Musgrave, Australia. BHP mengatakan bahwa mereka sedang mencari opsi untuk memitigasi dampak penurunan tajam harga nikel dan akan memberikan rincian lebih lanjut dalam laporan tengah tahun pada 20 Februari 2024.
First Quantum Minerals: mengumumkan akan memangkas jumlah pekerja dan produksi di tambang Ravensthorpe, Australia imbas penurunan harga nikel yang signifikan.
Per 22 Januari 2024, harga nikel telah turun -44,64% yoy ke level US$ 15.799 per ton, ditekan oleh melonjaknya suplai dari Indonesia yang merupakan produsen terbesar di dunia. International Nickel Study Group memproyeksikan bahwa surplus nikel di pasar global akan melebar dari 223.000 ton pada 2023 menjadi 239.000 ton pada 2024.
Analis di BloombergNEF, Allan Ray Restauro, mengatakan bahwa proyek nikel Indonesia lebih fleksibel dalam menyerap dampak penurunan harga nikel. Sebab, produksi nikel di Indonesia didukung oleh biaya tenaga kerja yang murah, harga energi yang rendah, serta bahan baku yang melimpah, dikutip melalui Stockbit.
Harga nikel sendiri diproyeksikan masih akan tertekan, dengan Citigroup memperkirakan harga nikel akan turun ke level US$ 15.500 per ton pada 3 bulan ke depan. Sementara itu, ING Group memproyeksikan harga rata-rata nikel akan berada pada level US$ 16.813 per ton sepanjang 2024.
Tantangan Emiten
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






