Jumat, 15 Mei 2026

Net Buy Membesar di Awal Bulan Pemilu, Asing Gerak Cepat Masuk ke Saham Ini

Penulis : Jauhari Mahardhika
3 Feb 2024 | 10:09 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi investasi saham. (Image by Freepik)
Ilustrasi investasi saham. (Image by Freepik)

JAKARTA, investor.id – Investor asing bergerak cepat dengan terus memborong saham di seluruh pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 1-2 Februari 2024, atau awal bulan pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) presiden dan wakil presiden. Sesuai jadwal, pemungutan suara akan berlangsung pada Rabu, 14 Februari 2024.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing melakukan transaksi beli bersih (net buy) saham sebesar Rp 886,1 miliar pada Kamis (1/2/2024).

Net buy terbesar di pasar reguler saat itu terjadi pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp 543,6 miliar. Selain BBCA, asing juga masuk ke saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan net buy sebesar Rp 198,8 miliar.

ADVERTISEMENT

Kemudian, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan net buy Rp 131 miliar dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 103,5 miliar.

Sebaliknya, transaksi jual bersih (net sell) terbanyak oleh investor asing melanda saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT MD Pictures Tbk (FILM), dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). Namun, nilainya tidak signifikan. Net sell saham KLBF sebesar Rp 31,6 miliar, FILM Rp 28,5 miliar, dan MEDC Rp 21,5 miliar.

Lebih lanjut pada Jumat (2/2/2024), investor asing kembali mencetak net buy, bahkan dengan nilai yang makin besar senilai Rp 1,46 triliun. Alhasil, total net buy saham oleh asing di Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun berjalan ini menembus Rp 10 triliun, tepatnya Rp 10,6 triliun, dari sebelumnya Rp 9,2 triliun.

Net buy terbesar di pasar reguler pada Jumat (2/2) dialami saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencapai Rp 461,4 miliar. Lalu, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 238,6 miliar.

Sebaliknya, net sell terbanyak oleh investor asing menyasar saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). Tetapi, nilainya tergolong kecil. Net sell saham ANTM sebesar Rp 16,7 miliar, MDKA Rp 16,1 miliar, dan ITMG Rp 14,5 miliar.

Perilaku Asing Setiap Tahun Pemilu 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 11 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 43 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 54 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 58 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia