Bos Gudang Garam (GGRM) Awet Koleksi Saham Antam (ANTM)
JAKARTA, investor.id - Nama Juni Setiawati Wonowidjojo tetap masuk daftar 10 pemegang saham terbesar PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam per 31 Desember 2023.
Dia ada di nomor 5 pemegang saham terbesar ANTM, dan satu-satunya investor individu yang ada di daftar 10 besar. Hal tersebut terungkap dari laporan kuartalan Antam per kuartal IV-2023.
Juni Setiawati Wonowidjojo sendiri adalah presiden komisaris PT Gudang Garam Tbk (GGRM). Juni diangkat menjadi presiden komisaris GGRM pada 20 Juni 2009. Setelah meninggalkan SMA, dia mulai bekerja di Gudang Garam dan menjabat sebagai komisaris sejak tahun 1983.
Juni turut menjabat sebagai presiden komisaris PT Suryamitra Kusuma, dan sebagai komisaris PT Suryaduta Investama, PT Surya Wisata, dan PT Taman Sriwedari. Juni sekaligus presiden direktur PT Surya Pamenang dan PT Surya Zig Zag.
Dalam daftar 50 orang terkaya Indonesia 2023 versi Forbes, pengendali GGRM yakni Susilo Wonowidjojo dan keluarga (termasuk Juni Wonowidjojo) berada di peringkat 16 dengan nilai kekayaan US$ 3,6 miliar.
Berdasarkan data pada situs web Antam, jumlah kepemilikan Juni Wonowidjojo sebanyak 118.707.100 saham Antam atau 0,49% per Desember 2023. Saat berita ini ditulis, saham Antam ada di Rp 1.475. Dengan asumsi harga tersebut, maka nilai kepemilikan Juni Wonowidjojo atas saham ANTM mencapai Rp 175,09 miliar.
Berikut 10 pemegang saham terbesar ANTM per 31 Desember 2023:
Penjualan & Produksi
Sementara itu, Antam (ANTM) mencatatkan penurunan penjualan tiga produk andalannya yakni emas sebanyak 25%, feronikel terkoreksi 16%, dan perak 18% pada 2023 dibanding 2022. Penurunan tersebut sejalan dengan produksinya yang juga berkurang dibanding tahun sebelumnya.
Sementara tiga komoditas Antam lainnya yakni bijih nikel, bauksit, dan alumina mengalami kenaikan penjualan.
“Pada periode 12 bulan 2023, Antam mencatatkan kinerja produksi dan penjualan (unaudited) yang solid. Capaian tersebut sejalan dengan upaya Antam dalam mengoptimalkan kesinambungan kinerja operasi perusahaan untuk memberikan nilai positif kepada para pemegang saham dan pemangku kepentingan,” kata Manjemen Antam dalam laporan keuangan kuartalan yang dipublikasikan Rabu (31/1/2024).
Dalam laporan keuangan kuartalan tersebut, komoditas emas yang menjadi andalan Antam mengalami penurunan penjualan 25,27% menjadi 26,129 kg dari tahun sebelumnya 34.967 kg. Produk andalan Antam lainnya yakni feronikel juga terkoreksi 16,82% dari 24.210 ton menjadi 20.138 ton, dan penjualan perak turun 19,68% dari 11.470 kg menjadi 9.213 kg.
Merosotnya penjualan tersebut sejalan dengan produksinya yang juga turun. Sepanjang 2023, produksi emas Antam berkurang 4,73% dari 1.268 kg menjadi 1.208 kg dan produksi feronikel turun 11,76% dari 24.334 ton menjadi 21.473 ton, sementara produksi perak bertambah dari 8.203 kg menjadi 8.267 kg.
Sementara itu, penjualan bijih nikel, bauksit dan alumina Antam (ANTM) sepanjang 2023 masih mencatatkan kenaikan. Penjualan bijih nikel Antam meningkat dari 7 juta ton pada 2022 menjadi 11,71 juta ton di 2023, disusul bauksit dari 1,24 juta ton menjadi 1,49 juta ton, dan alumina dari 143.990 ton menjadi 146.238 ton.
Pada periode sama, produksi bijih nikel Antam juga bertambah menjadi 13,45 juta ton dari 8,62 juta ton di 2022. disusul komoditas bauksit yang produksinya naik menjadi 2,01 juta ton pada 2023 dari tahun sebelumnya 1,65 juta ton, serta alumina dengan peningkatan produksi dari 151.565 ton menjadi 160.940 ton.
Baca Juga:
Amman Mineral (AMMN) Ungkap Fakta BaruManajemen Antam menyebut, produksi bauksit yang sebanyak 2,01 juta ton pada 2023 ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pabrik alumina dan penjualan kepada pelanggan pihak ketiga. Dan produksi bijih nikel 13,45 juta ton pada tahunn lalu digunakan sebagai bahan baku pabrik feronikel Antam, serta penjualan kepada pelanggan domestik.
“Secara berkesinambungan, Antam senantiasa melakukan inovasi untuk meningkatkan nilai tambah produk, serta mengimplementasikan kebijakan strategis dalam pengelolaan biaya yang tepat dan efisien,” tulis manajemen Antam.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






