Sido Muncul (SIDO) Sahamnya Lagi Naik, Potensi Cuannya Masih Tinggi
JAKARTA, investor.id - Saham PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) melesat 7,69% ke Rp 560 pada perdagangan 16 Februari 2024 atau Jumat pekan lalu. Sebanyak 95,91 juta saham ditransaksikan, frekuensi 8.955 kali, dan nilai transaksi Rp 52,26 miliar.
Saham Sido Muncul dengan kode SIDO melanjutkan capaian positif pada perdagangan 15 Februari 2024 yang juga ditutup naik 4%. Saham SIDO bangkit setelah sempat menyentuh Rp 500 pada 13 Februari. Dalam satu minggu terakhir saham ini melejit 12%.
Analis Indo Premier Sekuritas, Lukito Supriadi dan Andrianto Saputra memperkirakan Sido Muncul akan mencetak laba bersih FY23F Rp 923 miliar (-16,5% yoy), yaitu 5% lebih tinggi dari ekspektasi konsensus (vs 115% dari ekspektasi mereka sebelumnya perkiraan).
“Meskipun kinerjanya sedikit lebih baik, kami mencatat masukan yang bersifat anekdot menunjukkan bahwa ekspektasi sisi beli jauh lebih rendah dibandingkan ekspektasi konsensus, mengikuti kinerja sub-par 3Q23. Hal ini dibuktikan dengan skepemilikan institusional yang sangt rendah,” ungkap lukito dan Andrianto dalam risetnya yang dipublikasikan baru-baru ini.
Mereka melanjutkan, pemeriksaan menunjukkan pemulihan penjualan yang sangat kuat di 4Q23F –yang Indo Premier perkirakan sebesar +64,6% qoq. Ini jauh lebih tinggi dari rata-rata 5 tahun penjualan kuartal ke-4 dengan pertumbuhan +24,8% qoq.
“Kami melihat potensi penyebabnya adalah musim kemarau yang berkepanjangan – biasanya mulai turun hujan bulan September, namun hujan baru mulai turun pada tanggal 23 Oktober, yang menjadi dasar rendahnya pada 3Q23. Hal ini menyebabkan lonjakan kasus influenza dan penyakit terkait dengan ‘masuk angin’, yang berarti permintaan Tolak Angin di tahun yang lebih tinggi 4Q23,” terang Lukito dan Andrianto.
Selain itu, SIDO terus menaikkan harga segmen jamu secara rendah satu digit pada Desember 2023.
“Kami memeriksa saluran harga Tolak Angin di saluran perdagangan modern yang mengindikasikan harga tetap stabil antara 2Q-4Q23 dengan sedikit kenaikan di Januari 2024. Hal ini berarti peningkatan margin qoq karena pemanfaatan kapasitas yang lebih tinggi pada 4Q23F,” sebut Lukito dan Andrianto.
“Kami upgrade perkiraan laba bersih FY23/24F masing-masing sebesar 14,6/15,6%,” sambung mereka.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


