Sabtu, 4 April 2026

Rupiah Terlihat Menguat, Didorong Pelemahan Aktivitas Sektor Jasa AS

Penulis : Grace El Dora
4 Apr 2024 | 19:59 WIB
BAGIKAN
Petugas menunjukan uang pecahan rupiah di Jakarta pada Rabu (31/1/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YU)
Petugas menunjukan uang pecahan rupiah di Jakarta pada Rabu (31/1/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YU)

JAKARTA, investor.id – Mata uang rupiah terlihat menguat pada penutupan Kamis (4/4) terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan ini didorong aktivitas sektor jasa AS yang lebih lemah dari perkiraan ekonom, seperti diungkapkan analis ICDX Taufan Dimas Hareva.

Nilai tukar rupiah ditutup naik 27 poin atau 0,17% dan bertengger di level Rp 15.893 per dolar AS, dibandingkan sebelumnya di level Rp 15.920 per dolar AS.

"Aktivitas sektor jasa AS yang lebih lemah dari perkiraan, yang telah meredakan kekhawatiran akan tindakan hawkish oleh Federal Reserve (Fed), sehingga turut melemahkan kinerja mata uang dolar AS," ujar Taufan dalam catatan Kamis.

Advertisement

Menurut Taufan, kinerja mata uang rupiah berpotensi menguat menjelang penutupan perdagangan pekan ini. Sebabnya, kinerja mata uang dolar AS yang sedang menghadapi tantangan di sesi sebelumnya menyusul rilis data ekonomi beragam dari AS, yang menunjukkan perubahan ketenagakerjaan ADP lebih kuat tetapi angka PMI Jasa ISM lebih lemah.

Perubahan Ketenagakerjaan ADP AS meningkat sebesar 184 ribu pada Maret 2024, melampaui kenaikan pada bulan sebelumnya sebesar 155.000 dan melampaui konsensus pasar sebesar 148.000.

Sementara itu, IMP Jasa ISM AS turun menjadi 51,4 pada Maret 2024 dari 52,6 pada Februari 2024, kurang dari perkiraan sebesar 52,7.

Selain itu, komentar Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell tentang penurunan suku bunga turut menekan dolar AS. Ia menegaskan kembali kesiapan bank sentral AS untuk menurunkan suku bunga, meskipun dengan pendekatan yang bergantung pada data.

Selanjutnya, pernyataan Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic mendukung penurunan suku bunga pada kuartal IV-2024 juga menarik perhatian yang signifikan.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis meningkat ke level Rp 15.907 hingga Rp 15.923 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 33 menit yang lalu

Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026

PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.
Business 34 menit yang lalu

Perkuat Kapasitas Serapan, Bulog akan Bangun 100 Gudang Penyimpanan Baru

Perum Bulog akan menambah 100 gudang penyimpanan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan meningkatkan kapasitas serapan petani.
National 55 menit yang lalu

Presiden Prabowo akan Sambut Kedatangan 3 Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon

Presiden Prabowo dijadwalkan menyambut kedatangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.
International 57 menit yang lalu

Enam Minggu Perang, Ribuan Nyawa Melayang dan 3 TNI Gugur

Update korban perang Timur Tengah: 3.500 tewas di Iran, 13 tentara AS gugur, dan 3 prajurit TNI Indonesia tewas saat tugas PBB di Lebanon.
Business 1 jam yang lalu

Perum Bulog Catat Stok Beras  4,4 Juta Ton, Lampaui Target 2026

Perum Bulog mencatat stok beras nasional 4,4 juta ton melebihi target serapan sebesar 4 juta ton. Swasembada pangan optimistis tercapai.
International 2 jam yang lalu

Trump Usulkan ’Golden Dome’ dan Anggaran Perang Rp 25,5 Kuadriliun

Presiden Trump usulkan anggaran militer AS 2027 US$ 1,5 triliun. Fokus pada sistem pertahanan Golden Dome dan pangkas dana domestik.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia