SIDO, ICBP, INDF, dan UNVR, Jagoanmu yang Mana?
JAKARTA, investor.id – Sejumlah emiten barang konsumer secara agregat mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 1,1% (yoy) pada kuartal I-2024 alias cenderung mendatar. Padahal, volume penjualan meningkat karena adanya pemilu dan bulan Ramadan.
“Meski demikian, pertumbuhan pendapatan perusahaan konsumer yang masuk dalam cakupan kami itu sejalan dengan perkiraan, yang mencerminkan 25,9% dari target 2024,” tulis analis MNC Sekuritas, Raka Junico W dalam risetnya.
Menurut dia, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) memimpin pertumbuhan pendapatan sebesar 16,1% (yoy) berkat faktor musiman. Diikuti, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dengan pertumbuhan pendapatan 4,1% (yoy), yang ditopang oleh peningkatan volume.
Selanjutnya, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) membukukan sedikit kenaikan pendapatan sebesar 0,8% (yoy), meski terjadi penurunan di Bogasari sebesar 7,2% (yoy) dan segmen agribisnis sebesar 9,7% (yoy).
Sedangkan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatatkan penurunan 5% (yoy), karena dibayangi oleh lemahnya sentimen konsumen.
Untuk laba bersih pada kuartal I-2024, secara agregat turun 30,2% (yoy). Meski demikian, hal tersebut masih sejalan dengan perkiraan MNC Sekuritas (run rate 26,3%). “Penurunan itu terutama disebabkan oleh kerugian nilai tukar pada INDF dan ICBP. Namun, laba inti ICBP naik 13% (yoy) dan INDF meningkat 10% (yoy),” jelas Raka.
Baca Juga:
Ramalan Nasib Duo Indofood (INDF & ICBP)Selain itu, UNVR berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 3,1% (yoy) pada kuartal I-2024 berkat moderasi harga komoditas dan pengendalian biaya operasional. Adapun pertumbuhan laba bersih tertinggi dicetak SIDO sebesar 30% (yoy), yang didukung oleh ekspansi margin.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






