Minggu, 21 Juni 2026

Laba Emiten Nikel Bakal Terangkat, Fokus ke Saham Ini Saja

Penulis : Jauhari Mahardhika
2 Jun 2024 | 15:05 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi pengolahan nikel. (Foto: Harita Nickel/NCKL)
Ilustrasi pengolahan nikel. (Foto: Harita Nickel/NCKL)

JAKARTA, investor.id – Reli harga nikel di London Metal Exchange (LME) baru-baru ini dipicu oleh larangan listing logam Rusia di bursa tersebut. Selain itu, terjadi kerusuhan di Kaledonia Baru, negara penghasil nikel terbesar ketiga di dunia. Lantas, apa dampaknya bagi emiten nikel di Indonesia dan pergerakan sahamnya?

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Timothy Wijaya mengungkapkan bahwa meskipun harga nikel naik, risiko pasokan tetap ada karena tambahan produk kelas 1 dari konversi produk perantara dan peningkatan kapasitas di China dan Indonesia, yang dapat menjaga produk kelas 1 tetap surplus dalam jangka waktu yang lebih lama.

Namun, dengan permintaan dari sektor baterai yang diperkirakan tumbuh dari 17% pada 2024 menjadi 20% pada 2026, harganya diprediksi hanya akan turun sejauh mayoritas biaya yang dikeluarkan produsen. “Karena itu, kami mengembalikan asumsi harga nikel LME pada level US$ 18.000 dan US$ 17.500 per ton untuk tahun 2024 dan 2025,” tulis Timothy dalam risetnya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, seiring dengan penurunan harga nickel pig iron (NPI) ke titik terendah US$ 11.000 per ton, produksi Indonesia pada kuartal I-2024 sedikit turun menjadi 353 kt (-1,5% qoq). Namun, dia yakin bakal ada permintaan yang berkelanjutan dari China, seiring permintaan nikel global yang diperkirakan tumbuh 5%. Itu berarti permintaan nikel bisa tumbuh 9,5% pada 2024, berdasarkan perkiraan WoodMac.

“Dengan pertumbuhan produksi yang kuat hingga 2,2 juta ton, kami melihat dinamika pasokan dan permintaan NPI lebih seimbang, jauh lebih rendah dibandingkan kelebihan pasokan sebesar 200 ribu ton pada 2023,” jelas Timothy.

Di level korporasi, melesetnya laba pada kuartal I-2024 sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan penerbitan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB), yang mengakibatkan penjualan tertunda, seperti dialami PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Belum lagi, rata-rata harga nikel merosot menjadi US$ 16.600 per ton dibandingkan konsensus 2024 yang sebesar US$ 17.600 per ton.

Namun, karena harga nikel di LME naik menjadi US$ 18.650 per ton pada kuartal II-2024, perolehan laba diperkirakan meningkat pada kuartal II-2024. Terlebih, ada beberapa penjualan kuartal I-2024 yang dialihkan. “Kami memprediksi INCO (PT Vale Indonesia Tbk) akan membukukan pertumbuhan laba terkuat, diikuti oleh ANTM,” sebut Timothy.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 25 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 53 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia