Laba Emiten Nikel Bakal Terangkat, Fokus ke Saham Ini Saja
Dengan berbagai faktor yang ada, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rating atau peringkat overweight untuk sektor penambangan logam. Hal itu seiring tren positif permintaan NPI dari industri baja tahan karat (stainless steel) guna mendorong keseimbangan pasar yang lebih baik.
BRI Danareksa Sekuritas lebih memilih perusahaan yang memiliki eksposur terhadap penjualan bijih dalam bauran pendapatannya, yaitu NCKL (15%) dan ANTM (14%), di tengah kuatnya profitabilitas margin bijih dan masih adanya penundaan penerbitan RKAB.
Preferensi berikutnya adalah produsen NPI berbiaya rendah dibandingkan produsen kelas 1 (dipatok LME). Produsen NPI berbiaya rendah dinilai lebih memiliki visibilitas dalam hal laba. Sedangkan produsen yang dipatok LME menghadapi risiko penurunan lebih tinggi dari kelebihan pasokan produk kelas 1.
Dengan demikian, secara berurutan, preferensi BRI Danareksa Sekuritas terkait perusahaan penambangan logam, yaitu NCKL, MDKA, MBMA, ANTM, dan INCO.
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan buy saham NCKL dengan target harga Rp 1.300. Begitu juga dengan saham MDKA, rekomendasi buy dengan target harga Rp 3.100. Kemudian, buy saham MBMA dengan target harga Rp 700.
Selanjutnya, buy saham ANTM dengan target harga Rp 2.000 dan buy INCO dengan target harga Rp 6.100.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






