Muncul Lagi Isu soal Toyota, Begini Dampaknya bagi Astra (ASII)
JAKARTA, investor.id – Toyota Motor menghentikan sementara pengiriman setelah Kementerian Transportasi Jepang menemukan kejanggalan pada sertifikasi uji keselamatan kendaraan. Beberapa kendaraan Toyota yang terkena dampak adalah Corolla Fielder, Corolla Axio, dan Yaris Cross.
“Dari tiga model tersebut, tidak ada satu pun yang diimpor oleh Toyota untuk dijual di Indonesia, sehingga dampak pengumuman tersebut relatif terbatas bagi PT Astra International Tbk (ASII),” tulis Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Michael Owen Kohana dalam ulasannya, Selasa (4/6/2024).
Menurut dia, Toyota Yaris Cross yang dijual di Indonesia dan diekspor ke emerging market lainnya adalah produk buatan lokal oleh PT Toyota Motor Manufacturing dan menggunakan platform yang berbeda dengan yang digunakan di Jepang.
“Sebagai informasi, penjualan Toyota Yariss Cross di Indonesia mencapai 5.475 unit pada 2023 atau setara 1% dari volume penjualan Astra,” sebut Michael.
Meski demikian, sentimen negatif berpotensi muncul dari kekhawatiran calon pembeli terhadap standar keamanan produk Toyota. Sebelumnya, Daihatsu Jepang – masih satu grup dengan Toyota – juga sempat menghentikan pengiriman semua kendaraan karena skandal uji keselamatan pada akhir 2023. Sedangkan Toyota Motor Corporation pernah menerima laporan terkait potensi penyimpangan terhadap pengujian mesin diesel.
Sementara itu, terkait industri otomotif nasional, kendaraan roda empat (4W) mencatatkan penjualan secara grosir (wholesale) sebanyak 48.637 unit pada April 2024, anjlok 34,9% mom atau terpangkas 17,5% yoy. Hasil yang mengecewakan secara keseluruhan dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara kumulatif, volume penjualan mobil secara grosir di pasar domestik pada Januari-April 2024 sebanyak 263.706 unit, turun 22,8% yoy. “Lemahnya hasil ini terutama disebabkan oleh dampak musiman,” tulis analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Christopher Rusli dalam risetnya.
Adapun pangsa pasar Astra (ASII) tergerus pada April 2024 menjadi 54,5% dari 58,8%. Penjualan pada April 2024 mencapai 26.531 unit, turun 34,2% mom atau terpangkas 23,4% yoy.
Rekomendasi dan Target Harga Saham ASII
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






