Minggu, 21 Juni 2026

Hold Saham Semen Indonesia (SMGR), Ini Alasannya

Penulis : Jauhari Mahardhika
4 Jun 2024 | 19:41 WIB
BAGIKAN
PT Semen Indonesia Tbk (SMGR). (Foto: Istimewa)
PT Semen Indonesia Tbk (SMGR). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, investor.id – PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mencatatkan pendapatan sebesar Rp 8,4 triliun pada kuartal I-2024 atau kontraksi 6,3% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 8,9 triliun. Perolehan itu mencerminkan 21,3% dan 20,8% dari estimasi MNC Sekuritas dan konsensus.

“Laba bersih turun 16% (yoy) menjadi Rp 472 miliar dengan net profit margin (NPM) sebesar 5,6%. Pencapaian laba tersebut merefleksikan 20,5% dan 17,6% dari target MNC Sekuritas dan konsensus,” tulis analis MNC Sekuritas, M Rudy Setiawan dalam risetnya.

Rudy memperkirakan Semen Indonesia akan menurunkan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) karena penurunan volume. Sedangkan pasokan semen berpotensi meningkat, seiring masuknya pemain baru ke pasar Indonesia, yaitu Hongshi Group.

ADVERTISEMENT

Karena itu, MNC Sekuritas menyesuaikan asumsinya terkait ASP Semen Indonesia menjadi flat dari sebelumnya 2%. Begitu juga dengan volume penjualan emiten berkode saham SMGR tersebut dalam kisaran 1,5-1,7% (yoy) pada tahun ini.

Sebagai informasi, produsen semen dari konsorsium Hongshi Group asal China, PT Kobexindo Cement berencana membangun pabrik baru semen di Aceh. Nilai investasi pabrik berkapasitas 6 juta ton per tahun itu mencapai Rp 10 triliun.

Pejabat daerah setempat dan Kobexindo Cement telah meneken memorandum of understanding (MoU) terkait rencana pendirian pabrik baru semen di Kabupaten Aceh Selatan.

Menanggapi rencana tersebut, Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia (SMGR), Vita Mahreyni mengatakan bahwa sepanjang 2020-2023 terdapat penambahan kapasitas-kapasitas baru yang jumlahnya lebih besar ketimbang pertumbuhan permintaan (demand) yang sempat terkontraksi akibat pandemi Covid-19.

Saat ini, menurut Vita, kapasitas terpasang mencapai 119 juta ton semen. Sedangkan konsumsi domestik per 2023 sekitar 65 juta ton. Meski demikian, dia optimistis pertumbuhan permintaan semen bakal lebih besar pada semester II-2024, sehingga secara tahunan permintaannya akan tetap bertumbuh.

“Untuk menangkap peluang-peluang pertumbuhan, kami akan fokus mencapai operational excellence, pengelolaan pasar dan harga, diversifikasi produk untuk memenuhi beragam kebutuhan pembangunan yang berbeda-beda, optimalisasi jaringan produksi dan distribusi, serta pembangunan berkelanjutan,” ujar Vita.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 12 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 43 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia