Hold Saham Semen Indonesia (SMGR), Ini Alasannya
JAKARTA, investor.id – PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mencatatkan pendapatan sebesar Rp 8,4 triliun pada kuartal I-2024 atau kontraksi 6,3% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 8,9 triliun. Perolehan itu mencerminkan 21,3% dan 20,8% dari estimasi MNC Sekuritas dan konsensus.
“Laba bersih turun 16% (yoy) menjadi Rp 472 miliar dengan net profit margin (NPM) sebesar 5,6%. Pencapaian laba tersebut merefleksikan 20,5% dan 17,6% dari target MNC Sekuritas dan konsensus,” tulis analis MNC Sekuritas, M Rudy Setiawan dalam risetnya.
Rudy memperkirakan Semen Indonesia akan menurunkan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) karena penurunan volume. Sedangkan pasokan semen berpotensi meningkat, seiring masuknya pemain baru ke pasar Indonesia, yaitu Hongshi Group.
Karena itu, MNC Sekuritas menyesuaikan asumsinya terkait ASP Semen Indonesia menjadi flat dari sebelumnya 2%. Begitu juga dengan volume penjualan emiten berkode saham SMGR tersebut dalam kisaran 1,5-1,7% (yoy) pada tahun ini.
Sebagai informasi, produsen semen dari konsorsium Hongshi Group asal China, PT Kobexindo Cement berencana membangun pabrik baru semen di Aceh. Nilai investasi pabrik berkapasitas 6 juta ton per tahun itu mencapai Rp 10 triliun.
Pejabat daerah setempat dan Kobexindo Cement telah meneken memorandum of understanding (MoU) terkait rencana pendirian pabrik baru semen di Kabupaten Aceh Selatan.
Menanggapi rencana tersebut, Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia (SMGR), Vita Mahreyni mengatakan bahwa sepanjang 2020-2023 terdapat penambahan kapasitas-kapasitas baru yang jumlahnya lebih besar ketimbang pertumbuhan permintaan (demand) yang sempat terkontraksi akibat pandemi Covid-19.
Saat ini, menurut Vita, kapasitas terpasang mencapai 119 juta ton semen. Sedangkan konsumsi domestik per 2023 sekitar 65 juta ton. Meski demikian, dia optimistis pertumbuhan permintaan semen bakal lebih besar pada semester II-2024, sehingga secara tahunan permintaannya akan tetap bertumbuh.
“Untuk menangkap peluang-peluang pertumbuhan, kami akan fokus mencapai operational excellence, pengelolaan pasar dan harga, diversifikasi produk untuk memenuhi beragam kebutuhan pembangunan yang berbeda-beda, optimalisasi jaringan produksi dan distribusi, serta pembangunan berkelanjutan,” ujar Vita.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






