Laba Merdeka Battery (MBMA) Meleset, Segini Target Harga Sahamnya
JAKARTA, investor.id – PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mencatatkan laba bersih US$ 3,7 juta pada kuartal I-2024 atau anjlok 41% (qoq), meskipun margin tunai nickel pig iron (NPI) turun 20% (qoq). Perolehan laba tersebut meleset, karena hanya 7,7% dan 2,7% dari estimasi BRI Danareksa Sekuritas dan konsensus tahun ini.
“Meski demikian, kami memperkirakan laba Merdeka Battery Materials meningkat pada kuartal II-2024 dan seterusnya. Sebab harga di London Metal Exchange (LME) telah naik 14% (qtd),” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Timothy Wijaya dalam risetnya.
Menurut dia, hal itu akan meningkatkan margin tunai nikel matte untuk mengimbangi kemungkinan biaya tunai NPI yang lebih tinggi karena hanya naik 2% (qtd).
Sementara itu, dalam earnings call, manajemen Merdeka Battery Materials memberikan panduan bahwa proyek acid iron metal (AIM) bakal mulai memproduksi spons tembaga dan katoda masing-masing pada kuartal III-2024 dan kuartal IV-2024. Ke depan, proyek AIM emiten berkode saham MBMA tersebut akan memproduksi 15-18 ribu ton tembaga per tahun atau setara dengan output tambang tembaga Wetar.
“Namun, karena sebagian besar pabrik baru bakal beroperasi pada semester II-2024, manajemen MBMA memperkirakan kontribusi EBITDA positif yang signifikan mulai kuartal IV-2024. Targetnya sebesar US$ 160-180 juta per tahun,” ungkap Timothy.
MBMA, menurut dia, juga memperkirakan tambang Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) akan menggandakan penjualan bijih pada 2025, karena ESG HPAL (high pressure acid leach) dan pabrik HPAL lain yang terkait dengan GEM Co Ltd membutuhkan tambahan sebanyak 11 juta ton limonit per tahun pada pertengahan 2025.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Dengan demikian, total penjualan bijih MBMA dapat meningkat menjadi 20 juta ton per tahun dalam bentuk limonit. Manajemen juga yakin biaya tunai akan sedikit turun menjadi US$ 8 per ton karena skala ekonomi dibandingkan saat ini yang sebesar US$ 10 per ton.
“Namun, saat ini, kami mempertahankan proyeksi sebanyak 15 juta ton untuk 2024-2025, karena menggandakan kapasitas dalam setahun bisa jadi menantang,” sebut Timothy.
Dengan berbagai faktor tersebut, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rating beli untuk saham MBMA. Target harga saham MBMA tetap dipatok sebesar Rp 700. Perusahaan efek itu memperkirakan kinerja MBMA pada kuartal II-2024 bakal meningkat, yang didukung oleh margin tunai yang lebih kuat.
“Kami mempertahankan rating beli MBMA karena potensi peningkatan nilai yang atraktif dari sejumlah proyek pertumbuhan dan kami lebih memilih saham tersebut dibandingkan induk usahanya, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), yang membukukan rugi bersih pada kuartal I-2024 karena beban bunga lebih tinggi dari perkiraan,” pungkas Timothy.
Adapun risiko utamanya adalah biaya tunai yang lebih tinggi, penurunan harga jual rata-rata (average selling price/ASP), dan penundaan proyek MBMA.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






