Timah (TINS) Kembali Menyala, Begini Potensi Sahamnya
JAKARTA, investor.id – Harga timah di London Metal Exchange (LME) telah menguat secara signifikan menjadi rata-rata US$ 32.400/ton, naik 24% (quarter to date/qtd) dibandingkan kuartal I-2024 yang rata-rata sebesar US$ 26.250/ton. Lantas, bagaimana dengan prospek PT Timah Tbk (TINS) dan sahamnya?
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Timothy Wijaya mengungkapkan bahwa penguatan harga timah LME dipicu oleh beberapa hal. Pertama, inspeksi lingkungan komprehensif di Yunnan, China, yang jadwal dimulainya kembali belum jelas. Kedua, penundaan kuota ekspor timah dari Indonesia.
Ketiga, ketidakpastian mengenai pembukaan kembali tambang timah di negara bagian Wa, Myanmar, yang persediaannya diperkirakan sangat rendah setelah penghentian produksi pada Agustus 2023.
Akibatnya, pasokan luar negeri menipis dengan impor China pada Januari-April 2024, turun sebesar 4,7% (yoy) menjadi 70,6 Mt. Penurunan tajam terjadi pada April 2024 sebesar 55% (mom) menjadi 10,2 Mt.
Sebab itu, BRI Danareksa Sekuritas tetap konservatif terhadap volume produksi atau penjualan TINS karena produksi pada April-Mei 2024 kemungkinan tertinggal karena produktivitas yang lebih rendah akibat libur panjang. Produksi TINS pada kuartal II-2024 diperkirakan sekitar 5.000 ton.
“Namun, kami memperkirakan pendapatan dan laba bersih TINS bakal membaik dengan peningkatan margin tunai (sekitar US$ 10-11 ribu/ton), sehingga bisa membalikkan pendapatan dan laba bersih kuartal I-2024 yang lemah, hanya Rp 2 triliun dan Rp 30 miliar atau mencapai 17% dan 3,5% dari konsensus 2024,” tulis Timothy dalam risetnya.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






