Minggu, 21 Juni 2026

Merdeka Copper (MDKA) Butuh Waktu, Target Harga Sahamnya Baru

Penulis : Jauhari Mahardhika
9 Jun 2024 | 08:00 WIB
BAGIKAN
Kegiatan usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). (Foto: MDKA)
Kegiatan usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). (Foto: MDKA)

JAKARTA, investor.id – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) membukukan pendapatan US$ 541 juta pada kuartal I-2024, naik 1% qoq atau melonjak 153% yoy. Pencapaian itu terutama karena peningkatan volume segmen nickel pig iron (NPI) dan nikel matte.

“Pendapatan Merdeka Copper Gold pada kuartal I-2024 sesuai perkiraan,” tulis RHB Sekuritas Indonesia dalam risetnya.

Menurut RHB, Merdeka Copper Gold berupaya untuk meningkatkan profitabilitas, yang terlihat pada EBITDA yang lebih sehat sebesar US$ 58 juta, melonjak 42% qoq atau terkerek 24% yoy, meski itu di bawah perkiraan RHB dan konsensus.

ADVERTISEMENT

Adapun faktor non-operasional (rugi kurs) membebani laba bersih emiten berkode saham MDKA tersebut hingga akhirnya mencatatkan rugi US$ 15 juta. Perusahaan efek tersebut kemudian menurunkan estimasi margin MDKA, yang mengakibatkan potensi penurunan laba pada 2024-2025 masing-masing sebesar 73% dan 5%.

“Masih sesuai perkiraan, namun MDKA butuh waktu lebih untuk perbaikan margin,” sebut RHB.

Dalam jangka pendek, ada tekanan dari harga acuan karena aksi ambil untung, yang menunjukkan penurunan bersifat sementara dan tekanan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) lebih lanjut di depan.

Dalam jangka menengah, kenaikan harga emas dan tembaga dapat menjadi katalis positif, seiring ekspansi MDKA di berbagai sektor melalui proyek tembaga Pani dan Tujuh Bukit (belum dimasukkan ke dalam valuasi karena sedang studi kelayakan). Sedangkan tambang aktifnya saat ini di Wetar (tembaga) dan Tujuh Bukit (emas) sudah mendekati usia tambang, yaitu 5-7 tahun operasi.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 13 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 44 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia