Merdeka Copper (MDKA) Butuh Waktu, Target Harga Sahamnya Baru
JAKARTA, investor.id – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) membukukan pendapatan US$ 541 juta pada kuartal I-2024, naik 1% qoq atau melonjak 153% yoy. Pencapaian itu terutama karena peningkatan volume segmen nickel pig iron (NPI) dan nikel matte.
“Pendapatan Merdeka Copper Gold pada kuartal I-2024 sesuai perkiraan,” tulis RHB Sekuritas Indonesia dalam risetnya.
Menurut RHB, Merdeka Copper Gold berupaya untuk meningkatkan profitabilitas, yang terlihat pada EBITDA yang lebih sehat sebesar US$ 58 juta, melonjak 42% qoq atau terkerek 24% yoy, meski itu di bawah perkiraan RHB dan konsensus.
Adapun faktor non-operasional (rugi kurs) membebani laba bersih emiten berkode saham MDKA tersebut hingga akhirnya mencatatkan rugi US$ 15 juta. Perusahaan efek tersebut kemudian menurunkan estimasi margin MDKA, yang mengakibatkan potensi penurunan laba pada 2024-2025 masing-masing sebesar 73% dan 5%.
“Masih sesuai perkiraan, namun MDKA butuh waktu lebih untuk perbaikan margin,” sebut RHB.
Dalam jangka pendek, ada tekanan dari harga acuan karena aksi ambil untung, yang menunjukkan penurunan bersifat sementara dan tekanan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) lebih lanjut di depan.
Dalam jangka menengah, kenaikan harga emas dan tembaga dapat menjadi katalis positif, seiring ekspansi MDKA di berbagai sektor melalui proyek tembaga Pani dan Tujuh Bukit (belum dimasukkan ke dalam valuasi karena sedang studi kelayakan). Sedangkan tambang aktifnya saat ini di Wetar (tembaga) dan Tujuh Bukit (emas) sudah mendekati usia tambang, yaitu 5-7 tahun operasi.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






