Angin Segar untuk Antam (ANTM) dan Target Harga Sahamnya
ANTM ingin mengurangi biaya energi di dua smelter FeNi miliknya dengan beralih ke sumber daya yang lebih murah. Smelter FeNi di Pomalaa akan beralih ke jaringan PLN mulai Oktober. Ini akan berdampak pada penurunan biaya listrik sebesar 40% menjadi Rp 990/kWh.
Sedangkan smelter FeNi P3FH bakal menggunakan tenaga diesel dari Pomalaa, sebelum akhirnya beralih ke CFPP di kawasan industri FHT. Itu akan mengurangi biaya secara signifikan dari Rp 2.000/kWh menjadi Rp 1.100/kWh.
“Jika peralihan sumber daya listrik berjalan lancar, ANTM akan menurunkan biaya tunai secara signifikan menjadi US$ 11.000/ton dari sebelumnya US$ 12.000-12.500/ton,” ungkap Timothy.
Dengan berbagai faktor tersebut, BRI Danareksa Sekuritas kembali menegaskan rating beli untuk saham ANTM. Target harga saham ANTM tetap dipatok sebesar Rp 2.000.
Target harga tersebut mencerminkan PE 2024 sebesar 16,6 kali, setara forward PE standard deviation band -0,5 kali. Adapun risiko utamanya jika harga nikel turun, tingkat utilitas yang lebih rendah, dan penundaan pelaksanaan proyek.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






