Minggu, 21 Juni 2026

Prajogo Pangestu Terus Akumulasi Saham Barito Renewables (BREN)

Penulis : Jauhari Mahardhika
12 Jun 2024 | 17:03 WIB
BAGIKAN
Prajogo Pangestu. (Foto: Istimewa)
Prajogo Pangestu. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, investor.id – Prajogo Pangestu, chairman Grup Barito Pacific, kembali menambah kepemilikan saham di PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).

Direktur dan Corporate Secretary Barito Renewables Energy, Merly mengungkapkan bahwa penambahan kepemilikan saham BREN oleh Prajogo Pangestu sebanyak 10 juta saham pada 12 Juni 2024. Penambahan kepemilikan saham BREN ini merupakan penambahan kedua kalinya yang dilakukan dalam rentang waktu dua hari. Sebelumnya, pada 10 Juni 2024, Prajogo Pangestu memborong sebanyak 37.848.800 saham BREN.

"Bapak Prajogo Pangestu memiliki kepercayaan kuat terhadap Barito Renewables Energy (BREN) dan memberikan dukungan kepada manajemen untuk melaksanakan strategi ekspansi dan pengembangan usaha dengan konsisten. Seluruh strategi korporasi ini kami lakukan untuk senantiasa mendukung Indonesia mencapai tujuan net zero emission,” kata Merly dalam keterangannya, Rabu (12/6/2024).

ADVERTISEMENT

BREN melalui anak usahanya, Star Energy Geothermal, sedang merealisasikan penambahan 116 MW kapasitas total panas bumi di ketiga wilayah operasi di Salak, Darajat, dan Wayang Windu. Di mana 53 MW di antaranya akan dicapai melalui dua strategi, yaitu pengembangan Salak Binary dan program retrofit.

“Penambahan kapasitas ini kami lakukan dengan menerapkan langkah-langkah strategis dengan melakukan efisiensi untuk unit-unit yang berada di ketiga wilayah operasi melalui program retrofit dan melalui pengembangan Salak Binary. Total penambahan kapasitas dari program retrofit ini akan menambah pendapatan sekitar US$ 40 juta per tahun,” kata Direktur Utama Barito Renewables, Hendra Tan, baru-baru ini.

Saat ini, program Salak Binary dan retrofit sudah berjalan dan ditargetkan rampung secara berkala hingga 2026.

Soal Salak Binary, Deputy Chief Asset Management Star Energy Geothermal, Suharsono Darmono menambahkan, Salak Binary merupakan inovasi penerapan teknologi terbaru di panas bumi dengan menyerap energi panas dari Hot Brine Water yang sebelumnya tidak dimanfaatkan, kemudian diubah menjadi energi listrik program retrofit merupakan bagian dari kegiatan peningkatan efisiensi power plant perusahaan.

“Program retrofit merupakan bagian dari kegiatan peningkatan efisiensi power plant kami. Efisiensi yang dilakukan oleh Star Energy Geothermal mencakup re-engineering, improvement, dan optimalisasi penggantian cooling tower dan turbine rotor menggunakan teknologi yang lebih baru,” tambah Suharsono.

Selain Salak Binary, Star Energy juga melakukan program retrofit yang akan menambah kapasitas sebesar 39,2 MW untuk area operasional Salak, Darajat dan Wayang Windu. Commercial Operation Date (COD) untuk Salak dan Wayang Windu akan dilakukan pada tahun 2025. Sementara untuk Darajat ditargetkan rampung pada 2026.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 17 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 48 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia