Prajogo Pangestu Terus Akumulasi Saham Barito Renewables (BREN)
JAKARTA, investor.id – Prajogo Pangestu, chairman Grup Barito Pacific, kembali menambah kepemilikan saham di PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).
Direktur dan Corporate Secretary Barito Renewables Energy, Merly mengungkapkan bahwa penambahan kepemilikan saham BREN oleh Prajogo Pangestu sebanyak 10 juta saham pada 12 Juni 2024. Penambahan kepemilikan saham BREN ini merupakan penambahan kedua kalinya yang dilakukan dalam rentang waktu dua hari. Sebelumnya, pada 10 Juni 2024, Prajogo Pangestu memborong sebanyak 37.848.800 saham BREN.
"Bapak Prajogo Pangestu memiliki kepercayaan kuat terhadap Barito Renewables Energy (BREN) dan memberikan dukungan kepada manajemen untuk melaksanakan strategi ekspansi dan pengembangan usaha dengan konsisten. Seluruh strategi korporasi ini kami lakukan untuk senantiasa mendukung Indonesia mencapai tujuan net zero emission,” kata Merly dalam keterangannya, Rabu (12/6/2024).
BREN melalui anak usahanya, Star Energy Geothermal, sedang merealisasikan penambahan 116 MW kapasitas total panas bumi di ketiga wilayah operasi di Salak, Darajat, dan Wayang Windu. Di mana 53 MW di antaranya akan dicapai melalui dua strategi, yaitu pengembangan Salak Binary dan program retrofit.
“Penambahan kapasitas ini kami lakukan dengan menerapkan langkah-langkah strategis dengan melakukan efisiensi untuk unit-unit yang berada di ketiga wilayah operasi melalui program retrofit dan melalui pengembangan Salak Binary. Total penambahan kapasitas dari program retrofit ini akan menambah pendapatan sekitar US$ 40 juta per tahun,” kata Direktur Utama Barito Renewables, Hendra Tan, baru-baru ini.
Saat ini, program Salak Binary dan retrofit sudah berjalan dan ditargetkan rampung secara berkala hingga 2026.
Soal Salak Binary, Deputy Chief Asset Management Star Energy Geothermal, Suharsono Darmono menambahkan, Salak Binary merupakan inovasi penerapan teknologi terbaru di panas bumi dengan menyerap energi panas dari Hot Brine Water yang sebelumnya tidak dimanfaatkan, kemudian diubah menjadi energi listrik program retrofit merupakan bagian dari kegiatan peningkatan efisiensi power plant perusahaan.
“Program retrofit merupakan bagian dari kegiatan peningkatan efisiensi power plant kami. Efisiensi yang dilakukan oleh Star Energy Geothermal mencakup re-engineering, improvement, dan optimalisasi penggantian cooling tower dan turbine rotor menggunakan teknologi yang lebih baru,” tambah Suharsono.
Selain Salak Binary, Star Energy juga melakukan program retrofit yang akan menambah kapasitas sebesar 39,2 MW untuk area operasional Salak, Darajat dan Wayang Windu. Commercial Operation Date (COD) untuk Salak dan Wayang Windu akan dilakukan pada tahun 2025. Sementara untuk Darajat ditargetkan rampung pada 2026.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






