Merdeka Copper (MDKA) Sang Raksasa Tembaga, Masih Perkasa?
JAKARTA, investor.id – Emiten pertambangan emas dan tembaga, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatat rugi bersih US$ 15,2 juta pada kuartal I-2024, yang mencerminkan beban bunga lebih tinggi dibanding perkiraan dari utangnya yang sebesar US$ 1,5 miliar.
“Dari sisi operasional, pendapatan Merdeka Copper Gold pada kuartal I-2024 yang sebesar US$ 541 juta masih inline karena mencapai 25% dan 24% dari perkiraan kami dan konsensus tahun ini. Pendapatan tersebut tumbuh 0,8% (qoq),” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Timothy Wijaya dalam risetnya.
Karena itu, BRI Danareksa Sekuritas menaikkan estimasi beban bunga Merdeka Copper Gold pada 2024-2025 menjadi US$ 102 juta dan US$ 83 juta dari sebelumnya US$ 61 juta dan US$ 52 juta. Kemudian, proyeksi laba bersih emiten berkode saham MDKA tersebut diturunkan masing-masing sebesar 74% dan 62%.
“Sedangkan proyeksi kinerja operasional MDKA tidak berubah, karena kuartal I-2024 sesuai ekspektasi,” jelas Timothy.
Mengenai rugi bersih US$ 1,1 juta di tambang tembaga Wetar pada kuartal I-2024, MDKA mengindikasikan bahwa tambang tersebut kemungkinan hanya mencapai titik impas tahun ini, meskipun membukukan margin tunai positif pertama dalam kurun waktu lebih dari lima kuartal.
Di sisi lain, MDKA menyiratkan peningkatan biaya pada kuartal-kuartal berikutnya. Raksasa tembaga yang terafiliasi dengan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) dan Garibaldi ‘Boy’ Thohir itu memberikan panduan biaya sebesar US$ 3,25-4/lb atau sekitar US$ 7.100-8.800/ton, dibandingkan dengan biaya pada kuartal I yang sebesar US$ 2,7/lb atau sekitar US$ 5.800/ton.
“Namun, tambang Wetar mengantisipasi tambahan volume penjualan dari penjualan bijih sebanyak 1 mtpa ke proyek acid, iron, metal (AIM), yang berpotensi menghasilkan US$ 15 juta per tahun dibandingkan pendapatan Wetar pada 2023 yang sebesar US$ 115 juta,” ungkap Timothy.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
MDKA juga akan meningkatkan kelayakan ekonomi proyek TB Copper dengan menjajaki peluang produksi tambang terbuka dalam lima tahun pertama operasional, melalui pengurangan kebutuhan modal di muka dan menghasilkan arus kas untuk proyek sub-level caving (SLC).
Adapun tambang gua SLC dan block cave (BC) menunjukkan hasil pengeboran positif yang menghasilkan konversi lebih dari 300 Mt (+71%) sumber daya tereka menjadi sumber daya terukur pada Maret 2024 (mengandung 4,5 Mt tembaga dan 16 Moz emas).
Dengan berbagai faktor tersebut, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rating beli untuk saham MDKA. Target harga saham MDKA tetap sebesar Rp 3.100.
“Kami melihat potensi peningkatan dari proyek-proyek pertumbuhan utama dan bunga yang lebih tinggi pada kuartal I-2024 telah tercermin dalam asumsi kami mengenai WACC (weighted average cost of capital) atau biaya modal rata-rata tertimbang MDKA. Biaya utang 5,9% dan biaya ekuitas 10,5%,” pungkas Timothy.
Baca Juga:
HMSP Mau Lewat, GGRM Minggir DuluMeski demikian, BRI Danareksa Sekuritas tetap lebih memilih anak usaha MDKA, yaitu PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), karena risiko bunga yang lebih rendah.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






