Harum Energy (HRUM) Juragan Baru Nikel, Sahamnya Bisa Kasih Cuan Besar
JAKARTA, investor.id – PT Harum Energy Tbk (HRUM) membukukan penurunan pendapatan sebesar 6% (qoq) menjadi US$ 266 juta pada kuartal I-2024. Penurunan terutama dipicu oleh rendahnya harga jual nikel, meskipun kinerja segmen batu bara solid.
Harum Energy, perusahaan batu bara yang didirikan pengusaha Kiki Barki, kini sedang bertransformasi menjadi salah satu pemain utama nikel di Indonesia.
Pada kuartal I-2024, Harum Energy mencatatkan penurunan biaya tunai produksi batu bara per ton sebesar 26,6% (qoq). “Sedangkan biaya tunai nikel sedikit turun sebesar 4,3% (qoq),” tulis analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rizkia Darmawan dalam risetnya.
Adapun EBITDA gabungan emiten berkode saham HRUM tersebut mencapai US$ 92 juta, dengan margin EBITDA konsolidasi sebesar 26%.
Secara keseluruhan, EBITDA HRUM pada kuartal I-2024 merepresentasikan run rate sebesar 26% dan 33% dibandingkan estimasi kami dan konsensus,” sebut Rizkia.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Namun, HRUM sang juragan baru nikel harus mencatat tambahan kerugian penyesuaian nilai wajar sekitar US$ 31 juta, sehingga laba bersihnya menjadi sebesar US$ 1 juta pada kuartal I-2024. Jika tanpa memperhitungkan penyesuaian itu, PATMI (profit after taxation and minority interests) HRUM yang dinormalisasi menjadi sekitar US$ 32 juta.
Meski demikian, Mirae tetap memfavoritkan HRUM karena sedang bertransisi menjadi salah satu pemain utama nikel di Indonesia. Secara valuasi, HRUM juga relatif undemanding dibandingkan para pemain nikel lainnya.
Mirae mempertahankan rekomendasi beli untuk saham HRUM, dengan target harga Rp 1.860. Pada perdagangan Jumat (14/6/2024), saham HRUM ditutup pada harga Rp 1.105. Dengan begitu, potensi cuan dari saham HRUM tergolong besar mencapai 68%.
Risiko utamanya jika terjadi penurunan harga batu bara dan nikel, penundaan pelaksanaan pengembangan proyek, dan potensi kerugian dari penyesuaian nilai wajar.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






