Minggu, 21 Juni 2026

Begini Strategi Ekspansi dan Investasi Harita Nickel (NCKL)

Penulis : M. Ghafur Fadillah
18 Jun 2024 | 10:47 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi pengolahan nikel. (Foto: Harita Nickel/NCKL)
Ilustrasi pengolahan nikel. (Foto: Harita Nickel/NCKL)

JAKARTA, investor.id - PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) alias Harita Nickel berambisi menjadi pemain besar di industri nikel dunia. Berbagai strategi ekspansi dan investasi pun dilakukan perseroan. Langkah besar yang dilakukan Harita Nickel sejalan dengan program hilirisasi pemerintah di sektor nikel.

Head of Investor Relations Harita Nickel, Lukito Gozali menegaskan bahwa perusahaan selalu terbuka terhadap seluruh mitra strategis yang memiliki visi dan misi sejalan. Hal ini penting agar kolaborasi dapat berkontribusi dalam mendukung program industrialisasi pemerintah. Dalam upayanya untuk terus tumbuh dan memperluas pasar, Harita Nickel juga terbuka terhadap berbagai peluang akuisisi tambang nikel.

"Meskipun belum ada rincian spesifik mengenai nilai investasi, perusahaan akan mempertimbangkan faktor lokasi, luas, cadangan, dan sumber daya tambang dalam proses pengambilan keputusan," jelas Lukito kepada Investor Daily, baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

Hal itu merespons soal penggunaan dana rights issue sebanyak 18,92 miliar saham. Rumor yang beredar menyebutkan ada tiga perusahaan besar yang siap mengeksekusi rights issue tersebut, yakni Glencore, Itochu, dan anak usaha Astra International, United Tractors (UNTR).

Mengenai ekspor, emiten berkode saham NCKL tersebut menerapkan strategi adaptif dan proaktif untuk meningkatkan penetrasi pasar global dengan terus menjajaki peluang baru dan memposisikan diri sebagai pemain kunci dalam industri nikel global. NCKL menyadari bahwa volatilitas harga nikel yang dipengaruhi oleh faktor geopolitik, kapasitas produksi, dan dinamika pasar kendaraan listrik (EV) serta kondisi ekonomi global, merupakan tantangan yang harus dihadapi dengan cermat.

Meski demikian, Gozali melihat kondisi ini sebagai peluang, terutama dengan beberapa pemain di pasar yang mulai menghentikan produksi karena kerugian. "Perusahaan mempersiapkan diri untuk rebound harga nikel pada 2024-2025, didukung oleh perkiraan pemulihan ekonomi global dan peningkatan permintaan dari industri baterai kendaraan listrik dan produksi stainless steel," ujar dia.

Target-Target dan Belanja Modal 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 27 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 55 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia