Minggu, 21 Juni 2026

Saham Gocap GOTO Diburu, Gara-gara Ini?

Penulis : Thresa Sandra Desfika
21 Jun 2024 | 13:25 WIB
BAGIKAN
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Foto: Ist
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Foto: Ist

JAKARTA, investor.id - Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) masih diparkir stagnan di Rp 50 alias gocap per akhir sesi I perdagangan 21 Juni 2024.

Volumenya 1,66 miliar saham ditransaksikan, frekuensi 24.985 kali, dan nilai transaksi Rp 82,96 miliar. GOTO di sesi I hanya bergerak di kisaran Rp 50 dan Rp 51.

Adapun antrean beli di Rp 50 saham GOTO membeludak. Per jeda siang tercatat antrean beli GOTO di gocap mencapai 51,44 juta lot saham. Antrean beli saham GOTO terpantau hanya di Rp 50.

Sedangkan, anteran jual di Rp 51 sejumlah 23,49 juta lot saham. Berbanding jauh dari antrean jual di Rp 52 yang hanya 2,11 juta lot saham.

ADVERTISEMENT

Antrean beli saham GOTO di Rp 50 membeludak bersamaan dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengimplementasikan perubahan Peraturan I-X per 21 Juni 2024. Perubahan tersebut menyesuaikan kriteria saham masuk dan keluar papan pemantauan khusus pada kriteria nomor 1, 6, 7, dan 10.

Pada kriteria nomor 1, berubah jadi suatu saham dapat masuk ke dalam papan pemantauan khusus apabila selama 3 bulan terakhir harga rata-rata di pasar reguler dan/atau pasar reguler periodic call auction kurang dari Rp 51,00 yang disertai dengan kondisi likuiditas rendah, yaitu memiliki nilai transaksi rata-rata harian kurang dari Rp 5 juta dan volume transaksi rata-rata harian kurang dari 10.000 lembar saham.

Dengan kebijakan baru tersebut, membuat saham GOTO tak memenuhi kriteria 1 papan pemantauan khusus, meski harganya Rp 50 atau di bawah Rp 51. Lantaran saham GOTO volume dan nilai transaksinya cukup tinggi. Selain itu, saham GOTO diparkir di Rp 50 baru sejak 19 Juni 2024.

Sebagai informasi, pada papan pemantauan khusus full call auction (FCA), saham dapat diperdagangkan sampai harga minimum Rp 1. Auto rejection untuk saham dengan harga Rp 1-10 sebesar Rp 1, sedangkan untuk saham dengan harga di atas Rp 10 sebesar 10%.

Anjlok

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 19 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 50 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia