Saham Hermina (HEAL) Diskon 50% dari Mitra Keluarga (MIKA)
JAKARTA, investor.id – Kalangan analis menyesuaikan proyeksi laba PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) sekitar 2% untuk tahun 2024-2026, karena cuaca yang tidak mendukung dapat menyebabkan peningkatan penyakit menular dan berdampak pada lalu lintas pasien.
“Beberapa inisiatif seperti penambahan pusat keunggulan dan peningkatan jumlah pasien non-BPJS dapat menjaga pertumbuhan Hermina,” tulis analis RHB Sekuritas, Vanessa Karmajaya dalam risetnya.
Menurut dia, pada kuartal II-2024, lalu lintas pasien tetap sehat seiring cuaca yang tidak mendukung dan dapat menyebabkan peningkatan penyakit menular, seperti demam berdarah dan penyakit pernapasan.
“Kami melihat intensitas secara kuartalan (qoq) tetap stabil pada kuartal II-2024, sebelum diperkirakan meningkat pada kuartal III-2024 karena banyaknya hari libur umum dan sekolah selama periode sebelumnya. Kami juga melihat pasien menunda tindakan dengan intensitas tinggi hingga semester II-2024, mengingat lebih sedikit hari libur umum selama periode itu,” jelas Vanessa.
Namun, RHB Sekuritas memperkirakan pemilik Rumah Sakit (RS) Hermina tersebut bakal memenuhi target pendapatan semester I-2024 sebesar Rp 6,6-6,7 triliun. Emiten berkode saham HEAL itu telah menaikkan tarif sebesar 8% untuk pasien non-BPJS dibandingkan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) – pemilik RS Mitra Keluarga – yang naik 5-7%. Hal itu mendorong kenaikan tarif campuran sekitar 3% pada awal 2024.
Dari sisi volume, pasien BPJS menyumbang 75% dari volume rawat inap pada kuartal I-2024 atau sama dengan kuartal IV-2023 dan kuartal I-2023. Mereka juga berkontribusi sebesar 68% dari rawat jalan dibandingkan 61% dan 69% pada kuartal IV-2023 dan kuartal I-2023.
“Secara keseluruhan, pasien BPJS menyumbang 60% terhadap pendapatan HEAL pada kuartal I-2024, yang sebagian besar stabil secara tahunan (yoy),” sebut Vanessa.
HEAL berupaya meningkatkan jumlah pasien non-BPJS, misal dengan menyesuaikan tata letak bangunan dan mendirikan dua rumah sakit internasional, dengan kontribusi pasien BPJS sekitar 30%. HEAL juga bekerja sama dengan perusahaan asuransi untuk merumuskan skema koordinasi manfaat (COB), yang menyumbang 5% terhadap pendapatan HEAL.
“Margin untuk pasien COB lebih menguntungkan dibandingkan pasien BPJS, dengan margin EBITDA untuk pasien swasta sebesar 35-40% dibandingkan BPJS dan COB yang masing-masing sebesar 15% dan 27-30%,” ungkap dia.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






