Minggu, 21 Juni 2026

Pilihan BYD Cs Bahayakan Saham Nikel

Penulis : Harso Kurniawan
27 Jun 2024 | 06:20 WIB
BAGIKAN
Smelter Nikel. Foto ilustrasi: Investor Daily/ DEFRIZAL
Smelter Nikel. Foto ilustrasi: Investor Daily/ DEFRIZAL

JAKARTA, investor.id – Sejumlah pabrikan kendaraan listrik China, seperti BYD, Chery, hingga SAIC lebih memilih menggunakan baterai lithium ferro phospate (LFP) di kendaraan besutan mereka. Hal iini bisa membahayakan saham sektor nikel di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Beberapa risiko saham sektor nikel dan mineral adalah perubahan regulasi pemerintah, kenaikan biaya energi di atas prediksi, harga jual di bawah proyeksi, dan makin canggihnya pengembangan baterai LFP,” tulis Macquarie dalam riset saham sektor mineral, dikutip Kamis (27/6/2024).

Diketahui, semua model BYD yang dijual di Indonesia menggunakan baterai LFP. Demikian pula dengan Chery dan Wuling. Para pendatang baru, sebut saja Neta, GAC, dan Aion juga memakai baterai bebas nikel dan kobalt ini.

ADVERTISEMENT

Tren dunia kini juga mengarah ke penggunaan LFP, lantaran lebih murah dari lithium ion yang katodanya mengandung nikel, kobalt, mangan/aluminium. Bahkan, raja BEV dunia asal Amerika Serikat (AS), Tesla, memakai baterai LFP buatan CATL di sejumlah model yang dijual di China, seperti Model Y. Bahkan, Tesla dan CATL berniat membangun pabrik baterai LFP di AS.

Berdasarkan laporan carnewschina.com, BYD kini menyiapkan generasi baru baterai Blade LFP dengan densitas 190 Wh per kilogram, naik tajam dari generasi saat ini 150 Wh/kg yang diperkenalkan pada 2020.

“Generasi baru baterai Blade akan lebih kompak dan bisa mengurangi penggunaan listrik per 100 kilometer,” tulis media otomotif China itu.

Saham Pilihan 

Kembali ke riset Macquarie. Bank investasi Australia itu memprediksi pasokan nikel kelas dua, nickel pig iron (NPI) mengetat tahun ini. Namun, pasokan nikel kelas 1, dalam hal ini nikel sulfat dan MHP, malah meningkat. Imbasnya, harga NPI, bahan baku baja nirkarat, kemungkinan lebih tinggi, sedangkan nikel di bursa LME berpotensi turun.

Meski begitu, Macquarie menilai, kenaikan harga bijih nikel diharapkan bisa menahan kejatuhan harga nikel lebih dalam. Macquarie memprediksi support harga nikel di LME berkisar US$ 16-17 ribu per ton, berdasarkan biaya produksi NPI US$ 12 ribu per ton dan biaya konversi NPI ke nikel kelas satu US$ 4-5 ribu per ton.

Macquarie menjadikan saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel sebagai saham pilihan. Ada tiga alasannya, yakni satu-satunya emiten di BEI yang memiliki fasilitas HPAL, biaya produksi terendah dibandingkan pesaing, dan valuasi yang sudah sangat murah. Saham NCKL kini diperdagangkan PER 2025 6 kali.

Sebelumnya, BASF dan Eramet memutuskan keluar dari proyek smelter nikel penghasil bahan baku baterai mobil listrik. Alasan BASF, penjualan BEV dunia melambat dan pasokan nikel kelas satu sebagai bahan baku baterai terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 11 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 42 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia