Wismilak (WIIM) Bisa Beri Kejutan ketimbang Perusahaan Rokok Raksasa
JAKARTA, investor.id – PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM), produsen rokok tier 2, diprediksi bakal menorehkan kinerja yang lebih baik ketimbang pesaingnya di tier 1, yaitu PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM). Sebab Wismilak memiliki strategi harga yang kompetitif dibandingkan perusahaan rokok raksasa tersebut.
Sebagai pemain di tier 2, Wismilak mampu menjaga harga lebih rendah untuk menarik konsumen yang sensitif terhadap biaya pada segmen rokok kretek mesin (SKM) dan rokok kretek tangan (SKT) di tengah tekanan ekonomi yang mempengaruhi daya beli.
“Kami memperkirakan segmen SKT dan filter akan menopang pertumbuhan dan profitabilitas Wismilak mengungguli industri,” tulis RHB Sekuritas dalam risetnya.
Tahun ini, Wismilak menargetkan pertumbuhan pendapatan dari digit tunggal menengah hingga tinggi, dengan segmen SKT dan filter sebagai pendorong utama pertumbuhan. Volume penjualan SKT emiten berkode saham WIIM tersebut diperkirakan tumbuh 13,4-24,7% (yoy), dengan target volume penjualan sebanyak 1-1,1 miliar batang pada 2024 dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 882 juta batang.
Baca Juga:
HMSP Mau Lewat, GGRM Minggir DuluSegmen filter WIIM juga ditaksir bakal tumbuh 15-20% pada tahun ini, seiring kenaikan permintaan untuk filter kapsul dari pemain SKM tier 2 lainnya. SKM diperkirakan tetap datar, dengan volume penjualan sekitar 2,9 miliar batang untuk menjaga batas tier 2. Sedangkan kenaikan harga diprediksi tidak akan agresif, karena daya beli yang lebih rendah.
Sementara itu, pada Maret 2024, harga sebagian besar SKM tier 1 naik 4,9-9,6% (yoy) untuk mengimbangi kenaikan cukai, meski kenaikan upah minimum 2024 tergolong rendah alias kurang dari 5% yang menurunkan daya beli produk SKM.
Akibatnya, konsumen beralih dari SKM ke SKT yang lebih murah atau sekitar 25% lebih murah dari SKM di Rp 1.472/batang. Pada kuartal I-2024, pangsa pasar SKT meningkat menjadi 30% dari 21% pada 2021.
“Dengan variasi produk SKT dan posisi sebagai SKT tier 2, WIIM dapat menjual tambahan 1,1 miliar batang pada 2024 (+126% dari volume penjualan 2023 untuk mencapai batas produksi tier 2),” sebut RHB.
Tahun lalu, volume penjualan perusahaan rokok milik keluarga Walla, Winarko, dan Widjajadi tersebut mencapai 3,8 miliar batang atau naik 8,7% (yoy). Kenaikan penjualan ditopang oleh segmen SKT, yang melonjak 86,5% (yoy) menjadi 882 juta batang. Adapun segmen SKT menyumbang 15,2% terhadap total pendapatan WIIM, meningkat dari 11,1% pada 2022.
“Karena itu, WIIM naik sebagai pemain SKT tier 2 dengan kapasitas produksi 2 miliar batang/tahun,” jelas RHB.
Harga Saham WIIM Murah
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






