Pelemahan Dolar AS Kerek Harga Emas hingga 1%
JAKARTA, investor.id - Harga emas terkerek hingga 1% pada Kamis (27/6/2024), bangkit dari level terendah lebih dari dua minggu yang terjadi pada perdagangan sebelumnya. Hal itu ditopang oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS). Di saat pasar tengah menanti data inflasi utama AS untuk isyarat lebih lanjut tentang jalur suku bunga The Fed.
Dikutip dari CNBC internasional, harga emas spot naik 1,13% pada US$ 2.323,78 per ons setelah jatuh ke level terendah sejak 10 Juni pada Rabu (26/6/2024). Sedangkan harga kontrak berjangka emas AS menguat 1% menjadi US$ 2.335,3.
“Beberapa data yang keluar mendukung pasar emas. Pada dasarnya, persediaan grosir yang datang lebih rendah dari yang diharapkan. Angka PDB akhir secara signifikan lebih rendah. Jadi, harga emas berjangka mendapat dorongan karena indeks dolar turun,” kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures.
Momentum ekonomi AS yang menurun ditegaskan oleh data yang menunjukkan belanja bisnis untuk peralatan menurun pada Mei, sementara penurunan ekspor mendorong defisit perdagangan barang. Dengan estimasi ketiganya tentang Produk Domestik Bruto (PDB) untuk periode Januari-Maret, pemerintah AS mengonfirmasi bahwa pertumbuhan ekonomi menurun tajam pada kuartal pertama.
Penguatan emas juga ditopang oleh dolar yang melemah 0,3% terhadap sekeranjang mata uang. Sedangkan imbal hasil acuan 10 tahun turun menjadi 4,2845%.
Investor sebagian besar tetap pada pandangan mereka tentang sekitar dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini, menurut data FedWatch LSEG, meskipun bank sentral AS hanya memproyeksikan satu kali.
Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.
Fokus Pasar
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






