Wall Street Tertekan Setelah Data Inflasi Melambat
NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks utama Wall Street turun pada Jumat (28/6/2024), tertekan oleh aksi traders yang tengah mencerna data ekonomi Amerika Serikat (AS) terbaru setelah inflasi menunjukan perlambatan, serta angka sentimen konsumen yang lebih baik dari perkiraan. Meski demikian, indeks-indeks tersebut mengakhiri semester I-2024 dengan kuat.
Dikutip dari CNBC internasional, S&P 500 turun 0,41% hingga ditutup pada 5.460,48. Sedangkan Nasdaq Composite terpangkas 0,71% berakhir pada 17.732,60. Kedua indeks tersebut mencapai titik tertinggi intraday baru sepanjang masa di awal sesi sebelum akhirnya dipukul mundur. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average melemah 45,20 poin (0,12%) menjadi ditutup pada 39.118,86.
Departemen Perdagangan melaporkan pada Jumat bahwa inflasi AS pada Mei melambat ke tingkat tahunan terendah dalam lebih dari tiga tahun. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (personal consumption expenditures/PCE) inti, yang mengecualikan harga makanan dan energi yang lebih fluktuatif, naik hanya 0,1% bulan lalu dan 2,6% dari tahun sebelumnya.
Kedua estimasi tersebut sejalan dengan estimasi konsensus Dow Jones. Indeks PCE inti adalah ukuran inflasi yang disukai The Fed. Sedangkan PCE utama, yang mencakup makanan dan energi, datar pada bulan tersebut dan naik 2,6% secara tahunan, juga sejalan dengan ekspektasi.
“Dari perspektif pasar, laporan PCE hari ini hampir sempurna. Ini jelas merupakan laporan positif,” kata David Donabedian, kepala investasi CIBC Private Wealth US.
Indeks sentimen konsumen Universitas Michigan untuk Juni lebih tinggi dari yang diharapkan, naik menjadi 68,2 dari pembacaan awal 65,6. Prospek inflasi satu tahun turun menjadi 3% dari 3,3% yang diharapkan pada Mei.
Statistik inflasi telah dianggap sangat penting oleh para pelaku pasar karena mereka mencoba menebak waktu the Fed untuk mulai memangkas suku bunga. Saat ini, traders memperkirakan peluang sebesar 64,1% bahwa bank sentral akan menurunkan suku bunga pada pertemuan September, menurut CME Group FedWatch Tool.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






