Minggu, 5 April 2026

Wall Street Tertekan Setelah Data Inflasi Melambat

Penulis : Indah Handayani
29 Jun 2024 | 06:20 WIB
BAGIKAN
Wall Street
Sumber: Antara
Wall Street Sumber: Antara

NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks utama Wall Street turun pada Jumat (28/6/2024), tertekan oleh aksi traders yang tengah mencerna data ekonomi Amerika Serikat (AS) terbaru setelah inflasi menunjukan perlambatan, serta angka sentimen konsumen yang lebih baik dari perkiraan. Meski demikian, indeks-indeks tersebut mengakhiri semester I-2024 dengan kuat.

Dikutip dari CNBC internasional, S&P 500 turun 0,41% hingga ditutup pada 5.460,48. Sedangkan Nasdaq Composite terpangkas 0,71% berakhir pada 17.732,60. Kedua indeks tersebut mencapai titik tertinggi intraday baru sepanjang masa di awal sesi sebelum akhirnya dipukul mundur. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average melemah 45,20 poin (0,12%) menjadi ditutup pada 39.118,86.

Departemen Perdagangan melaporkan pada Jumat bahwa inflasi AS pada Mei melambat ke tingkat tahunan terendah dalam lebih dari tiga tahun. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (personal consumption expenditures/PCE) inti, yang mengecualikan harga makanan dan energi yang lebih fluktuatif, naik hanya 0,1% bulan lalu dan 2,6% dari tahun sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Kedua estimasi tersebut sejalan dengan estimasi konsensus Dow Jones. Indeks PCE inti adalah ukuran inflasi yang disukai The Fed. Sedangkan PCE utama, yang mencakup makanan dan energi, datar pada bulan tersebut dan naik 2,6% secara tahunan, juga sejalan dengan ekspektasi.

“Dari perspektif pasar, laporan PCE hari ini hampir sempurna. Ini jelas merupakan laporan positif,” kata David Donabedian, kepala investasi CIBC Private Wealth US.

Indeks sentimen konsumen Universitas Michigan untuk Juni lebih tinggi dari yang diharapkan, naik menjadi 68,2 dari pembacaan awal 65,6. Prospek inflasi satu tahun turun menjadi 3% dari 3,3% yang diharapkan pada Mei.

Statistik inflasi telah dianggap sangat penting oleh para pelaku pasar karena mereka mencoba menebak waktu the Fed untuk mulai memangkas suku bunga. Saat ini, traders memperkirakan peluang sebesar 64,1% bahwa bank sentral akan menurunkan suku bunga pada pertemuan September, menurut CME Group FedWatch Tool.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 3 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 3 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 3 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 6 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 6 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia