Minggu, 21 Juni 2026

Powell: The Fed Terus Pantau Dampak Perang ke Inflasi AS

Penulis : Natasha Khairunisa
31 Mar 2026 | 10:20 WIB
BAGIKAN
Ketua The Fed Jerome Powell. (Foto AP/Manuel Balce Ceneta)
Ketua The Fed Jerome Powell. (Foto AP/Manuel Balce Ceneta)

JAKARTA, investor.id - Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell menyatakan bahwa pihaknya tengah mencermati dampak dari perang di Iran terhadap ekonomi dan inflasi Amerika Serikat.

“Kami merasa kebijakan kami berada di posisi yang baik untuk menunggu dan melihat bagaimana dampaknya,” kata Powell selama sesi tanya jawab di Universitas Harvard, dikutip dari The Straits Times, Selasa (31/3/2026).

Pernyataan Powell dinilai menenangkan pasar keuangan yang pekan lalu melihat peningkatan ekspektasi bahwa The Fed akan berupaya menekan inflasi AS dengan menaikkan suku bunga. Taruhan kenaikan suku bunga tersebut hampir lenyap.

ADVERTISEMENT

Saat perang Iran memasuki minggu kelima dan harga BBM di AS naik menjadi sekitar US$ 4 per liter, Powell mengakui potensi tekanan yang menjadi perhatian The Fed, yaitu lapangan kerja dan stabilitas harga.

“Ada semacam risiko penurunan di pasar tenaga kerja, yang menunjukkan untuk menjaga suku bunga tetap rendah, tetapi ada risiko kenaikan inflasi, yang menunjukkan mungkin jangan menjaga suku bunga tetap rendah,” ungkap Powell.

“Ada ketegangan antara kedua hal tersebut," bebernya.

Namun untuk saat ini, katanya, The Fed tidak terburu-buru untuk merubah sikap, meskipun para pembuat kebijakan mengamati dengan cermat tanda-tanda memburuknya ekspektasi inflasi.

“Ekspektasi inflasi tampaknya terkendali dengan baik di luar jangka pendek,” jelas Powell.

Sebagai catatan, The Fed telah mempertahankan suku bunga acuan tetap stabil di kisaran 3,5%-3,75% pada awal Maret 2026.

Lebih lanjut, Powell mengatakan ia menargetkan inflasi yang didorong oleh kebijakan tarif impor untuk mereda sebelum mengambil tindakan terhadap dampak dari perang. 

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 39 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia