Antrean Jual Saham GOTO Tebal, Tokoh Pasar Modal Ini Malah Mau Beli
JAKARTA, investor.id – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) makin tertekan. Kolom offer (antrean jual) makin tebal. Volume transaksi makin tipis. Jika tren berlanjut, terbuka peluang saham GOTO masuk papan pemantauan khusus (PPK) Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan mekanisme lelang berkala secara penuh (full call auction/FCA).
GOTO masuk deretan nama besar. Dalam daftar pemegang saham, ada Taobao (Alibaba) dan SVF GT Subco (Softbank). Nama besar lain seperti Indonesia Investment Authority (INA), Abu Dhabi Investment Authority (ADIA), Astra, dan Telkomsel boleh jadi tergabung dalam masyarakat non warkat.
Baca Juga:
Transaksi Misterius Saham GOTO“Di jajaran komisaris, ada Agus Marto dan John Prasetio. Komando pengelola dipegang oleh ‘visioner bisnis cemerlang’ Patrick Sugito Walujo. Pertaruhan reputasi?” tulis mantan dirut Bursa Efek Jakarta, Hasan Zein Mahmud dalam postingan-nya di Facebook, yang dikutip pada Rabu (3/7/2024).
Bagi Hasan Zein selaku investor, pertanyaan yang paling relevan apakah GOTO sebagai perusahaan akan mampu bertahan eksis atau bakal hilang dari peredaran? Sebab, menurut dia, hanya perusahaan yang mampu menghasilkan laba secara wajar dari operasi yang wajar yang mampu bertahan.
“Dari kacamata itu, saya melihat secara fundamental GOTO saat ini jauh lebih kuat. Segmen e-commerce yang boros dan boncos sudah bisa ditransformasi menjadi penyumbang laba bersih. Dibayar dengan harga kehilangan pengendalian (Tokopedia),” jelas penulis buku Strategi Andal Investasi di Pasar Modal dan Acuan Meraup Cuan di Pasar Modal tersebut.
Hasan Zein yang juga merupakan salah satu tokoh pasar modal Indonesia menegaskan, segmen service on demand GOTO menghadapi persaingan yang tidak setajam e-commerce. Di sisi lain, peluang ekspansi masih sangat lebar.
“GOTO memang tidak memiliki dukungan pendanaan sehebat Grab yang ditopang oleh Sea Group. Kalah jauh dalam hal nilai kapitalisasi dibandingkan Grab yang tercatat di Nasdaq. Tapi, saya tidak melihat alasan GOTO tidak mampu bersaing dalam memperebutkan pasar di negeri sendiri. Indonesia begitu luas, lahan paling menarik untuk bisnis service on demand di Asean.
Mengapa Harga Saham GOTO Terjungkal?
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






