Minggu, 21 Juni 2026

Antrean Jual Saham GOTO Tebal, Tokoh Pasar Modal Ini Malah Mau Beli

Penulis : Jauhari Mahardhika
3 Jul 2024 | 11:32 WIB
BAGIKAN
Kantor GoTo Gojek Tokopedia. (Foto: GOTO)
Kantor GoTo Gojek Tokopedia. (Foto: GOTO)

JAKARTA, investor.id – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) makin tertekan. Kolom offer (antrean jual) makin tebal. Volume transaksi makin tipis. Jika tren berlanjut, terbuka peluang saham GOTO masuk papan pemantauan khusus (PPK) Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan mekanisme lelang berkala secara penuh (full call auction/FCA).

GOTO masuk deretan nama besar. Dalam daftar pemegang saham, ada Taobao (Alibaba) dan SVF GT Subco (Softbank). Nama besar lain seperti Indonesia Investment Authority (INA), Abu Dhabi Investment Authority (ADIA), Astra, dan Telkomsel boleh jadi tergabung dalam masyarakat non warkat.

“Di jajaran komisaris, ada Agus Marto dan John Prasetio. Komando pengelola dipegang oleh ‘visioner bisnis cemerlang’ Patrick Sugito Walujo. Pertaruhan reputasi?” tulis mantan dirut Bursa Efek Jakarta, Hasan Zein Mahmud dalam postingan-nya di Facebook, yang dikutip pada Rabu (3/7/2024).

ADVERTISEMENT

Bagi Hasan Zein selaku investor, pertanyaan yang paling relevan apakah GOTO sebagai perusahaan akan mampu bertahan eksis atau bakal hilang dari peredaran? Sebab, menurut dia, hanya perusahaan yang mampu menghasilkan laba secara wajar dari operasi yang wajar yang mampu bertahan.

“Dari kacamata itu, saya melihat secara fundamental GOTO saat ini jauh lebih kuat. Segmen e-commerce yang boros dan boncos sudah bisa ditransformasi menjadi penyumbang laba bersih. Dibayar dengan harga kehilangan pengendalian (Tokopedia),” jelas penulis buku Strategi Andal Investasi di Pasar Modal dan Acuan Meraup Cuan di Pasar Modal tersebut.

Antrean Jual Saham GOTO Tebal, Tokoh Pasar Modal Ini Malah Mau Beli
Hasan Zein Mahmud.

Hasan Zein yang juga merupakan salah satu tokoh pasar modal Indonesia menegaskan, segmen service on demand GOTO menghadapi persaingan yang tidak setajam e-commerce. Di sisi lain, peluang ekspansi masih sangat lebar.

“GOTO memang tidak memiliki dukungan pendanaan sehebat Grab yang ditopang oleh Sea Group. Kalah jauh dalam hal nilai kapitalisasi dibandingkan Grab yang tercatat di Nasdaq. Tapi, saya tidak melihat alasan GOTO tidak mampu bersaing dalam memperebutkan pasar di negeri sendiri. Indonesia begitu luas, lahan paling menarik untuk bisnis service on demand di Asean.

Mengapa Harga Saham GOTO Terjungkal? 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 31 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia