Ada Peluang Cuan Besar dari Saham Emiten Hermanto Tanoko Cs
JAKARTA, investor.id – PT Avia Avian Tbk (AVIA) adalah penguasa pangsa pasar dalam industri cat dan pelapis di Indonesia. Avian merupakan emiten yang dikendalikan oleh Keluarga Tanoko, termasuk konglomerat Hermanto Tanoko.
Avian tergolong perusahaan manufaktur terintegrasi yang memiliki kemampuan mencetak cashflow secara konsisten. Kekuatan neraca ditunjukkan oleh posisi cash yang solid. Profitabilitas pemilik brand Avitex, Avian, dan No Drop itu juga stabil.
Pada kuartal I-2024, Avian mencetak laba bersih Rp 446 miliar, meningkat 7% dibandingkan kuartal I-2023 yang sebesar Rp 417 miliar. Laba kotor naik 9,8% menjadi Rp 886 miliar dari Rp 807 miliar. Pendapatan juga tumbuh 6,9% menjadi Rp 1,9 triliun dari Rp 1,78 triliun.
“Hal itu didukung dengan pertumbuhan stabil dan kinerja bottom line yang lebih efisien,” tulis analis NH Korindo Sekuritas Indonesia, Leonardo Lijuwardi dalam risetnya.
Menurut dia, pendapatan emiten berkode saham AVIA tersebut terbagi dalam dua segmen, yaitu segmen solusi arsitektural – mencakup cat dan pelapis – yang berkontribusi 80% terhadap pendapatan perseroan dan sisanya berasal dari segmen barang dagangan, seperti pipa PVC dan perlengkapan bahan bangunan.
Segmen solusi arsitektural AVIA mencatatkan pertumbuhan penjualan 5,6% yoy menjadi Rp 1,57 triliun dan segmen barang dagangan tumbuh 13,9% yoy menjadi Rp 331 miliar. Gross profit margin (GPM) dari segmen solusi arsitektural mencapai 52,4% pada kuartal I-2024 dibandingkan kuartal I-2023 yang sebesar 50,6%. Sedangkan GPM barang dagangan sebesar 18,4% pada kuartal I-2024 dibandingkan kuartal I-2023 sebesar 18,1%.
“GPM AVIA pada kuartal I-2024 mencapai 46,5% atau naik 1,2% yoy. Sedangkan net profit margin (NPM) AVIA stabil, yaitu 23,4%,” sebut Leonardo.
Rekomendasi Saham dan Potensi Cuan
Sementara itu, di lantai bursa, saham AVIA diperdagangkan pada valuasi yang cukup atraktif. Saham penguasa pasar cat dan pelapis di Indonesia itu cukup terdiskon dibandingkan perusahaan sejenis di regional.
Sebab itu, NH Korindo Sekuritas merekomendasikan buy saham AVIA. Target harga saham AVIA dipatok tinggi sebesar Rp 730, yang mengimplikasikan forward PE 2024 sebesar 24,1 kali.
Hingga berita ini ditayangkan, saham AVIA bertengger pada harga Rp 510. Dengan begitu, potensi cuan saham AVIA tergolong besar mencapai 43%.
Potensi saham emiten Hermanto Tanoko cs tersebut seiring proyeksi kinerja yang lebih baik. Hal itu telah ditunjukkan melalui performa AVIA yang mencatatkan pertumbuhan kinerja stabil dengan margin profitabilitas yang lebih baik.
“Kinerja yang lebih efisien yang didukung oleh kekuatan jaringan pusat distribusi dan ekspansi produksi pabrik baru ke depannya akan menjadi nilai tambah bagi AVIA. Ruang tumbuh AVIA cukup luas, dimana rata-rata konsumsi cat per kapita Indonesia masih berada di bawah beberapa negara di Asia Tenggara maupun global,” pungkas Leonardo.
Risiko utamanya adalah pelemahan rupiah yang dapat memicu kenaikan harga beberapa jenis bahan baku. Selain itu, pelemahan daya beli masyarakat akibat inflasi pangan dan kondisi ekonomi.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






