ADRO, ITMG, PTBA, HRUM di Tengah Potensi Rebound Harga Batu Bara
JAKARTA, investor.id – Harga batu bara Newcastle, ICI3, dan ICI4 rata-rata sebesar US$ 130, US$ 76, dan US$ 56 per ton selama periode year to date (ytd) atau low season. Harga tersebut sekitar 2-8% di atas perkiraan tahun ini menurut BRI Danareksa Sekuritas. Lantas, bagaimana prospek saham-saham batu bara, seperti ADRO, ITMG, PTBA, dan HRUM?
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan dan Christian Sitorus yakin harga batu bara yang tahan banting itu didukung oleh supply dan demand yang lebih baik, di tengah kuatnya permintaan dan pasokan yang lebih ketat dari Indonesia.
“Dengan tingkat persediaan di China dan India yang menunjukkan kemungkinan penurunan permintaan musiman pada Juni 2024, kami melihat potensi rebound harga batu bara yang lebih kuat pada musim dingin kuartal IV-2024. Karena itu, proyeksi kami untuk harga batu bara 2024-2025 naik,” tulis Erindra dalam risetnya.
Dari sisi permintaan, impor batu bara oleh China dan India naik kencang, masing-masing sebesar 12% dan 11% yoy pada Januari-Mei 2024. Sedangkan pasokan dari eksportir utama, yaitu Indonesia dan Australia, tumbuh lebih lambat dari perkiraan, yakni sebesar 4% yoy dan -7% yoy.
“Secara keseluruhan, supply dan demand pada semester I-2024 sejauh ini menunjukkan defisit di pasar, berlawanan dengan ekspektasi kami sebelumnya yang memperkirakan sedikit surplus,” ungkap Erindra.
Adapun data resmi Kementerian ESDM menunjukkan bahwa produksi batu bara Indonesia hanya tumbuh 3% yoy, dengan perlambatan produksi yang signifikan pada Mei-Juni 2024 (-9% yoy).
Selain kondisi supply dan demand yang lebih ketat, BRI Danareksa Sekuritas yakin harga batu bara yang tahan banting juga disebabkan oleh peningkatan biaya para penambang besar. Para emiten batu bara yang masuk cakupan riset BRI Danareksa Sekuritas itu mengalami kenaikan biaya tunai sebesar US$ 11-20 per ton atau 14-15% selama 5 tahun terakhir.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Berdasarkan beberapa faktor yang ada, BRI Danareksa Sekuritas menaikkan asumsi harga batu bara 2024-2025 sebesar 8-20% dan harga dalam jangka panjang menjadi US$ 100 per ton dibandingkan sebelumnya US$ 90 per ton.
“Dengan demikian, kami meningkatkan perkiraan laba dan target harga saham para emiten penambang batu bara pada 2024 dan 2025 sebesar 8,7% dan 32,3%,” sebut Erindra.
BRI Danareksa Sekuritas juga menaikkan rating sektor batu bara menjadi overweight dari sebelumnya netral. Pilihan utama jatuh ke saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).
Rekomendasi untuk saham ADRO adalah buy dengan target harga Rp 3.770. Begitu juga dengan saham ITMG, rekomendasinya buy dan target harga Rp 31.300. ADRO dan ITMG diyakini bakal lebih diuntungkan dari kenaikan harga ekspor. Risiko utamanya jika pasokan di Indonesia pulih dan pelemahan permintaan China.
Lalu, bagaimana dengan saham emiten batu bara lainnya, seperti PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Harum Energy Tbk (HRUM)? BRI Danareksa Sekuritas tetap merekomendasikan buy. Target harga saham PTBA sebesar Rp 3.100 dan HRUM Rp 1.700.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






