Minggu, 21 Juni 2026

Saham UNTR Kemurahan, JP Morgan Langsung Kerek Target Harga

Penulis : Harso Kurniawan
23 Jul 2024 | 06:15 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi kegiatan usaha PT Turangga Resources, anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR). (Foto: Turangga Resources)
Ilustrasi kegiatan usaha PT Turangga Resources, anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR). (Foto: Turangga Resources)

JAKARTA, investor.id – JP Morgan, bank investasi global, menilai bahwa saham PT United Tractors Tbk (UNTR) saat ini terlalu murah, dengan price to earning (PER) 2024 hanya 4,9 kali, yield 8%, dan return on equity (ROE) 20%.

JP Morgan mencatat, kinerja saham United Tractors melampaui indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI sebesar 7% dan 12% dengan memasukkan yield dividen.

“Tren ini bakal terus berlanjut, didorong keluarnya kinerja keuangan kuartal II-2024 yang bakal menjadi katalis,” tulis JP Morgan dalam risetnya, yang dikutip pada Selasa (23/7/2024).

ADVERTISEMENT

Memang, menurut JP Morgan, penjualan alat berat Komatsu yang dijual United Tractors atau UT diprediksi turun 25% menjadi 4.000 unit tahun ini. Akan tetapi, Pama yang bergerak di sektor kontraktor pertambangan dan tambang batu bara, yang merupakan anak usaha emiten berkode saham UNTR tersebut, terus menghasilkan kinerja impresif.

Manajemen UNTR masih memantu pertumbuhan overburden dan produksi batu bara dua digit tahun ini. Hal itu sejalan dengan stabilnya harga batu bara di level US$ 130 per ton.

Lebih jauh lagi, tambang emas Martabe milik UNTR diprediksi menikmati kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP), seiring lonjakan harga emas sebesar 20% menjadi US$ 2.460 per oz tahun ini.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

UNTR yang merupakan anak usaha Grup Astra ini juga akan diuntungkan oleh pelemahan rupiah terhadap dolar AS sebesar 6% sepanjang 2024. Alasannya, UNTR memiliki eksposur ke dolar AS, sedangkan biaya memakai rupiah, seperti biaya tenaga kerja di kontraktor pertambangan.

Alhasil, JP Morgan menaikkan proyeksi laba bersih per saham (EPS) UNTR pada 2024 dan 2025 sebesar 4% dan 13%, masing-masing lebih tinggi 7% dan 14% dari konsensus analis Bloomberg.

JP Morgan mencatat, market cap UNTR saat riset ini ditulis mencapai US$ 5,6 miliar. Likuiditas perdagangan tinggi, terlihat pada rata-rata nilai transaksi harian US$ 7 juta selama tiga bulan.

Dengan berbagai faktor tersebut, JP Morgan menaikkan target harga saham UNTR menjadi Rp 32 ribu dari sebelumnya Rp 30 ribu dengan rekomendasi overweight.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 32 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 60 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia