GOTO Merah Lagi
JAKARTA, investor.id – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berbalik memerah per akhir sesi I perdagangan 24 Juli 2024. Saham ini diparkir melemahj 1,82% ke Rp 54.
Padahal pada perdagangan 23 Juli kemarin, GOTO sempat mengejutkan dengan ditutup menguat hingga 7,84%.
Adapun pada sesi I 24 Juli ini sejumlah 1,27 miliar saham GOTO ditransaksikan, frekuensi 9.536 kali, dan nilai transaksi Rp 69,15 miliar. GOTO ditransaksikan di rentang Rp 53-55 dengan harga rata-rata Rp 54,3.
Terpantau transaksi di harga Rp 54 mencapai 7,8 juta lot saham dan transaksi di Rp 55 sejumlah 4,5 juta lot saham.
Per akhir sesi I terdapat antrean beli saham GOTO di Rp 53 sejumlah 13,4 juta lot saham. Yang berharap GOTO bisa dibeli di Rp 50 juga masih banyak di mana terdapat antrean beli 39,04 juta lot saham di gocap.
GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) memiliki agenda penting yakni rencana mengumumkan kinerja untuk kuartal II-2024 pada tanggal 30 Juli 2024.
Lapkeu
Hal itu dilakukan setelah publikasi dari laporan keuangan (lapkeu) konsolidasian perseroan pada tanggal dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2024 (semester I-2024) yang tidak diaudit dan tidak direviu, yang disusun dan disajikan sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia.
“Manajemen perseroan akan menyelenggarakan conference call untuk membahas kinerja kuartal kedua tahun 2024 pada tanggal 30 Juli 2024 pukul 19:00 WIB (atau 30 Juli 2024 pukul 08:00 waktu Amerika Serikat bagian timur). Paparan ini akan sepenuhnya dilakukan dalam bahasa Inggris,” jelas manajemen GOTO dalam pengumumannya belum lama ini.
Manajemen menambahkan, siaran langsung webcast dari conference call beserta materi akan tersedia.
GOTO diyakini memiliki sejumlah katalis positif yang dapat menopang kinerja perseroan pada semester I-2024. Salah satu yang utama adalah momentum hari raya Idulfitri dan musim liburan pada kuartal II.
“Hari raya dan THR mendorong belanja masyarakat. Itu tentunya dapat mendukung pertumbuhan transaksi (gross transaction value/GTV) perusahaan teknologi seperti GOTO. Jika tingkat monetisasi dapat dipertahankan, pendapatan GOTO akan tumbuh positif,” jelas analis Kiwoom Sekuritas, Abdul Azis dalam keterangannya.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






