Minggu, 21 Juni 2026

Saham Tiga Raksasa Batu Bara Hold Dulu

Penulis : Jauhari Mahardhika
30 Jul 2024 | 13:30 WIB
BAGIKAN
ilustrasi batu bara. (Foto: Antara)
ilustrasi batu bara. (Foto: Antara)

JAKARTA, investor.id – Peringkat sektor batu bara Indonesia dipertahankan netral. Lantas, bagaimana arah saham emiten batu bara ke depan?

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rizkia Darmawan mengungkapkan bahwa per Juni 2024, produksi batu bara Indonesia mencapai 380 juta ton atau naik 3% yoy. Pencapaian itu tertinggal dari target RKAB yang disetujui sebanyak 920 juta ton, namun tetap lebih tinggi dari target produksi pemerintah yang sebesar 710 juta ton.

Konsumsi batu bara domestik juga meningkat sebesar 13% yoy menjadi 176 juta ton, didorong oleh konsumsi energi yang lebih tinggi dan peningkatan aktivitas hilirisasi. Namun, ekspor bergeser ke Asia Utara karena pertumbuhan impor China melambat dan berkurangnya ketergantungan pada batu bara Indonesia.

ADVERTISEMENT

“Meski begitu, India tetap menjadi tujuan ekspor utama. Kami memperkirakan produksi dan ekspor akan meningkat pada paruh kedua tahun 2024 karena kondisi cuaca yang lebih mendukung dan peningkatan permintaan untuk musim dingin,” tulis Rizkia dalam risetnya.

Pada paruh pertama tahun 2024, harga patokan batu bara Newcastle rata-rata mencapai US$ 132/ton, relatif sejalan dengan asumsi dasar Mirae. “Ke depan, kami memperkirakan harga batu bara Newcastle bergerak stabil pada kuartal III-2024 berkisar US$ 130-140/ton,” sebut dia.

Berdasarkan pola historis, harga batu bara dapat mulai meningkat pada bulan September, karena importir besar memasuki musim dingin. Namun, karena dinamika perdagangan saat ini, Mirae tidak mengantisipasi lonjakan harga yang signifikan.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 38 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia