Saham Tiga Raksasa Batu Bara Hold Dulu
JAKARTA, investor.id – Peringkat sektor batu bara Indonesia dipertahankan netral. Lantas, bagaimana arah saham emiten batu bara ke depan?
Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rizkia Darmawan mengungkapkan bahwa per Juni 2024, produksi batu bara Indonesia mencapai 380 juta ton atau naik 3% yoy. Pencapaian itu tertinggal dari target RKAB yang disetujui sebanyak 920 juta ton, namun tetap lebih tinggi dari target produksi pemerintah yang sebesar 710 juta ton.
Konsumsi batu bara domestik juga meningkat sebesar 13% yoy menjadi 176 juta ton, didorong oleh konsumsi energi yang lebih tinggi dan peningkatan aktivitas hilirisasi. Namun, ekspor bergeser ke Asia Utara karena pertumbuhan impor China melambat dan berkurangnya ketergantungan pada batu bara Indonesia.
“Meski begitu, India tetap menjadi tujuan ekspor utama. Kami memperkirakan produksi dan ekspor akan meningkat pada paruh kedua tahun 2024 karena kondisi cuaca yang lebih mendukung dan peningkatan permintaan untuk musim dingin,” tulis Rizkia dalam risetnya.
Pada paruh pertama tahun 2024, harga patokan batu bara Newcastle rata-rata mencapai US$ 132/ton, relatif sejalan dengan asumsi dasar Mirae. “Ke depan, kami memperkirakan harga batu bara Newcastle bergerak stabil pada kuartal III-2024 berkisar US$ 130-140/ton,” sebut dia.
Berdasarkan pola historis, harga batu bara dapat mulai meningkat pada bulan September, karena importir besar memasuki musim dingin. Namun, karena dinamika perdagangan saat ini, Mirae tidak mengantisipasi lonjakan harga yang signifikan.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






