Hasil Ekspansi Nikel Harum Energy (HRUM) dan Target Harga Sahamnya
JAKARTA, investor.id – PT Harum Energy Tbk (HRUM), perusahaan batu bara milik Kiki Barki yang tengah bertransformasi ke nikel, mencetak lonjakan volume penjualan nikel sebesar 63,1% qoq menjadi 13.874 ton pada kuartal II-2024.
Pertumbuhan itu terutama didorong oleh kontribusi signifikan dari PT Westrong Metal Industry (WMI) yang sebanyak 8.365 ton. Alhasil, Harum Energy membukukan pendapatan dari nikel yang terbilang kuat sebesar US$ 285,1 juta.
“Sementara itu, kenaikan harga nikel acuan di London Metal Exchange (LME) mencerminkan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) yang lebih kuat sebesar US$ 13.537/ton,” tulis analis Samuel Sekuritas, Farras Farhan dalam risetnya.
Namun, menurut dia, laba Harum Energy pada semester I-2024 di bawah ekspektasi karena penurunan ASP batu bara menjadi US$ 94,5/ton dan penyesuaian satu kali (one off) dari perubahan nilai wajar WMI sebesar US$ 30,8 juta.
Sedangkan peningkatan kontribusi dari nikel, yang menghasilkan margin lebih rendah dibandingkan unit bisnis batu bara, mengakibatkan margin emiten berkode saham HRUM tersebut lebih rendah secara keseluruhan.
Pelemahan harga batu bara Newcastle dan nikel LME juga menjadi ancaman. Hal itu dipengaruhi oleh rendahnya permintaan dan isu kelebihan pasokan akibat perlambatan ekonomi global khususnya China, yang dapat berdampak buruk pada laba.
Meski demikian, penandatanganan MoU strategis dengan Eternal Tsingshan Group dan dimulainya operasi di tambang nikel laterit milik HRUM pada kuartal III-2024 diharapkan mampu memperkuat bisnis nikel HRUM, yang dapat mengimbangi potensi penurunan laba dari batu bara.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






