Minggu, 21 Juni 2026

Saham Astra (ASII) Makin Mepet ke Rp 5.000-an

Penulis : Thresa Sandra Desfika
16 Aug 2024 | 11:35 WIB
BAGIKAN
PT Astra International Tbk (ASII). (Foto: Astra)
PT Astra International Tbk (ASII). (Foto: Astra)

JAKARTA, investor.id - Saham PT Astra International Tbk (ASII) diparkir menguat 1,64% ke Rp 4.970 pada akhir sesi I perdagangan 16 Agustus 2024.

Sebanyak 28,91 juta saham ditransaksikan, frekuensi 7.377 kali, dan nilai transaksi Rp 143,07 miliar.

Saham Astra juga sempat menyentuh Rp 4.990 yang merupakan level tertingginya dalam tiga bulan terakhir. Saham ASII kian mendekat kembali ke Rp 5.000-an.

ADVERTISEMENT

Astra International (ASII) mencatatkan penurunan laba bersih pada semester I-2024 dan kuartal II-2024 masing-masing sebesar 9% dan 4% yoy, tetapi melampaui ekspektasi BRI Danareksa Sekuritas dan konsensus.

“Laba bersih Astra mencapai 53% dari estimasi tahun ini, sedikit lebih tinggi dari rata-rata musiman yang sebesar 50%,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Richard Jerry dan Christian Sitorus dalam risetnya.

Menurut Richard, segmen otomotif Astra yang lebih lemah pada kuartal II-2024 (pendapatan/EBIT: -2%/54% yoy) sebagian diimbangi oleh segmen keuangan yang solid (pendapatan/EBIT: +11%/+8% yoy). Selain itu, kinerja segmen alat berat (UNTR) yang cukup baik secara kuartalan (pendapatan/EBIT: -1%/+8% qoq) juga turut membantu performa Astra.

Emiten berkode saham ASII tersebut juga mencatatkan peningkatan pendapatan ekuitas sebesar 12% yoy pada kuartal II-2024. Sebagian besar berkat pendapatan yang solid dari Astra Honda Motor/AHM (+9% yoy) dan Astra Daihatsu Motor/ADM (+46% yoy).

Sementara itu, dalam earnings call dengan analis, manajemen ASII tetap optimistis bisa lebih baik pada semester II-2024. Penjualan mobil secara nasional pada tahun ini dapat mencapai 920-950 ribu. Target penjualan itu turun 5-8% yoy atau lebih baik dibandingkan semester I-2024 yang turun 17% yoy.

Manajemen ASII, menurut Richard, juga mengindikasikan bahwa penjualan perseroan pada Juli 2024 meningkat 7% secara bulanan, yang menyiratkan penurunan pertumbuhan sebesar 15% yoy selama periode Januari-Juli 2024 dibandingkan Januari-Juni 2024 yang turun 17% yoy.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 48 detik yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 32 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia