Harga Emas Tertekan Penguatan Dolar AS
NEW YORK, investor.id - Harga emas turun pada Rabu (28/8/2024). Hal itu karena tertekan penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Saat ini, investor fokus pada data inflasi dari ekonomi terbesar di dunia untuk mencari petunjuk mengenai potensi besaran pemangkasan suku bunga The Fed pada September mendatang.
Dikutip dari CNBC internasional, harga emas spot turun 0,8% menjadi US$ 2.505,03 per ons, setelah sempat merosot hingga 1,1% di awal perdagangan. Sedangkan kontrak berjangka emas AS ditutup melemah 0,6% menjadi US$2.537,8.
Baca Juga:
Net Buy Asing Besar, Saham Ini DikejarDolar AS menguat 0,6%, membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
“Kami melihat adanya sedikit tekanan akibat dolar yang sedikit menguat. Saat ini, kami menunggu informasi lebih lanjut untuk mendorong pasar ini ke arah tertentu berdasarkan data inflasi tersebut. Jadi, yang terjadi adalah konsolidasi pengambilan untung menjelang laporan tersebut,” kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.
Investor kini menantikan laporan pendapatan kuartalan dari Nvidia yang dijadwalkan rilis Rabu, serta data pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS yang akan dirilis pada Jumat (30/8/2024).
Analis senior di ActivTrades Ricardo Evangelista dalam sebuah catatan menyebutkan, jika angka PCE lebih rendah dari yang diperkirakan, hal ini dapat meningkatkan harapan akan kebijakan moneter yang lebih dovish dari The Fed. Itu akan memberikan potensi kenaikan bagi harga emas.
Proyeksi Pasar
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






