Saham Unilever (UNVR) Jatuh ke Level Terendah
JAKARTA, investor.id - Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) jatuh 1,75% ke Rp 2.250 pada perdagangan 28 Agustus 2024. Saham ini juga sempat menyentuh Rp 2.240 yang merupakan level terendahnya dalam 10 tahun terakhir.
Sebanyak 33,92 juta saham ditransaksikan, frekuensi 19.201 kali, dan nilai transaksi Rp 76,58 miliar.
Saham Unilever Indonesia juga pada perdagangan 27 Agustus ditutup memerah 2,85%. Dalam sebulan terakhir saham ini ambles 9,64% dan dalam tiga bulan terakhir terjun 31,40%. Nilai kapitalisasi pasar alias market cap UNVR jadi Rp 85,83 triliun.
Saham Unilever Indonesia juga masuk dalam top laggards IHSG periode year to date (ytd) di nomor 7 dengan memberikan dampak -17,17.
Di sisi lain, proyeksi laba PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) direvisi sebesar 7,1%, 6%, dan 6,1% untuk periode 2024, 2025, dan 2026 seiring performa kuartal II-2024.
Laba bersih Unilever Indonesia pada kuartal II-2024 sebesar Rp 1 triliun, anjlok 29,7% qoq atau terpangkas 24,8% yoy. Alhasil, laba bersih sepanjang semester I-2024 menjadi Rp 2,5 triliun atau turun 10,6% yoy.
“Laba tersebut di bawah ekspektasi, yaitu sebesar 49,7% dari perkiraan kami dan 48,9% dari konsensus,” tulis analis RHB Sekuritas, Vanessa Karmajaya dalam risetnya.
Menurut dia, pada Maret-Mei 2024, pangsa pasar Unilever Indonesia sedikit meningkat, yaitu 35,4% secara nilai dan 29,1% dalam volume, dibandingkan 34,8% dan 28,2% selama Desember 2023-Februari 2024.
Namun, angka tersebut belum kembali ke level Januari-Oktober 2023. Ketika itu, pangsa pasar Unilever Indonesia mencapai 38,5% secara nilai dan 31,7% dalam volume, meski kampanye pemasaran perseroan lebih agresif. Pengeluaran iklan dan promosi emiten berkode saham UNVR tersebut terhadap pendapatan mencapai 9,2% pada kuartal IV-2024 dibandingkan 9% pada kuartal I-2024 dan 7,1% pada kuartal II-2023.
“Kami memperkirakan persaingan ketat akan terus berlanjut, terutama di segmen kecantikan. Hasil survei kami selama acara Jakarta x Beauty 2024, yang merupakan salah satu acara produk kecantikan terbesar di Indonesia, mengungkapkan bahwa sebagian besar merek UNVR (selain Vaseline) menarik lebih sedikit pengunjung daripada merek kecantikan lokal,” ungkap Vanessa.
Pada kuartal II-2024, pertumbuhan harga dasar UNVR -5,2% yoy, sedangkan pertumbuhan volume dasar -1,8% yoy. Meski terjadi penurunan, gross profit margin (GPM) tetap bertahan sebesar 49,5% pada kuartal II-2024 dibandingkan 49,9% pada kuartal I-2024 dan 50,5% pada kuartal II-2023. Hal itu didukung oleh penurunan harga komoditas dan efisiensi, termasuk otomatisasi pabrik dan restrukturisasi biaya.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






