Minggu, 21 Juni 2026

Laba dan Saham Jatuh, Gudang Garam Siap Sampaikan Kabar Ini

Penulis : Thresa Sandra Desfika
29 Aug 2024 | 07:50 WIB
BAGIKAN
Gudang Garam. (Perseroan)
Gudang Garam. (Perseroan)

JAKARTA, investor.id - Saham emiten rokok, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) stagnan di Rp 15.875 pada perdagangan 28 Agustus 2024 kemarin.

Saham Gudang Garam sempat memerah terus dari perdagangan 21-23 Agustus dan 26-27 Agustus. Dalam tiga bulan terakhir saham ini anjlok 17,75% dan dalam periode year to date (ytd) terjun 23,68%.

GGRM mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitis induk Rp 925,51 miliar sepanjang semester I-2024. Angka laba bersih itu anjlok 71,85% dari Rp 3,28 triliun pada periode yang sama tahun 2023 lalu. 

ADVERTISEMENT

Laba per saham juga turun menjadi Rp 481 per 30 Juni 2024. Dari Rp 1.709 per periode akhir Juni 2023.

Penurunan laba Gudang Garam (GGRM) dipicu melemahnya pendapatan menjadi Rp 50,01 triliun di paruh pertama tahun ini. Pada semester pertama tahun lalu, Gudang Garam yang berbasis di Kediri, Jawa Timur ini mencatatkan pendapatan Rp 55,85 triliun. 

Biaya pokok pendapatan juga sebenarnya berkurang jadi Rp 44,95 triliun. Dari sebelumnya Rp 47,91 triliun di enam bulan pertama tahun 2023 lalu. Tapi tak mampu menahan laba bruto yang harus turun ke posisi Rp 5,06 triliun di Januari-Juni 2024. Raihan laba bruto semester I-2023 sebesar Rp 7,93 triliun. 

Paparan Publik

Di tengah penurunan laba dan saham, Gudang Garam siap buka-bukaan mengungkap kabar terkininya dalam Public Expose Live 2024 yang digelar pada 29 Agustus 2024 ini. 

Paparan publik Gudang Garam berlangsung pada pukul 10.00-10.45 secara online. Adapun agenda paparan publik tahunan Gudang Garam adalah presentasi kinerja perseroan untuk periode Januari-Juni 2024.

Dalam press release public expose yang sudah dipublikasikan disebutkan bahwa Gudang Garam melaporkan penurunan pendapatan maupun profitabilitas akibat adanya kenaikan cukai sementara daya beli cenderung stagnan.

Perseroan mencatat penurunan pendapatan sebesar 10,4% yang terutama disebabkan oleh turunnya volume penjualan akibat kenaikan harga jual kepada konsumen, di mana daya beli masyarakat (khususnya kelas menengah ke bawah) masih stagnan.

Di tengah situasi tersebut, terang manajemen Gudang Garam, ketika sektor tembakau terus menghadapi kenaikan beban cukai yang signifikan secara berkelanjutan, kondisi pasar tetap penuh tantangan.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 8 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia