Minggu, 21 Juni 2026

Ada Update dari BTEL Menyangkut Bisnisnya

Penulis : Thresa Sandra Desfika
29 Aug 2024 | 09:19 WIB
BAGIKAN
BTEL Group. Ist
BTEL Group. Ist

JAKARTA, investor.id - PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) atau BTEL Group dalam paparan publik menyampaikan peningkatan kinerja going concern business yang terus meningkat secara berkelanjutan.

Disandingkan dengan kinerja akhir tahun 2022, pada Desember 2023 BTEL Group meraih peningkatan pendapatan yoy sebanyak 68% menjadi Rp 81 miliar dan mencetak peningkatan net income yoy sebanyak hampir 107% dari sebelumnya negatif hingga menjadi positif Rp 8 miliar.

Selanjutnya aset perseroan juga mengalami peningkatan sebesar 81% menjadi Rp 61 miliar yang merupakan bagian dari investasi jangka panjang perseroan untuk menopang kegiatan bisnis utamanya.

ADVERTISEMENT

Presiden Direktur BTEL Group Harya Mitra Hidayat menyampaikan, BTEL Group di tahun 2023 terus merasakan dampak positif atas realisasi visi perseroan yaitu transformasi kegiatan usaha menjadi kegiatan bisnis berbasis digital dan teknologi.

“Dalam merealisasikan visi tersebut, strategi manajemen perseroan adalah menjalankan aktivitas usaha melalui unit-unit usaha yang dapat adaptasi dengan cekatan/agile,” paparnya dalam keterangan resmi, Kamis (29/8/2024).

Seperti yang telah dilaporkan perseroan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) dan juga pada paparan publik tahun-tahun sebelumnya, perseroan memiliki beberapa unit usaha yang menjadi lokomotif pendorong kinerja going concern BTEL Group.

Melalui PT Layanan Prima Digital (LPD), perseroan melakukan kegiatan usaha dengan menyediakan solusi komunikasi untuk target pasar korporasi. Seiring dengan berkembangnya industri usaha digital terutama kegiatan e-commerce, maka jasa yang ditawarkan oleh LPD juga mengalami peningkatan, baik selama masa pandemi hingga saat sekarang.

Ke depannya LPD juga mengembangkan produk solusi komunikasinya dengan layanan komunikasi berbasis teknologi digital artificial intelligence (AI), sehingga pelanggan LPD dapat memiliki layanan automated customer service 24 jam yang menggunakan algoritma AI sesuai kebutuhan.

Selanjutnya melalui PT Inovasi Teknologi Nusantara (ITN), perseroan fokus untuk memberikan solusi informasi teknologi (IT). ITN juga menyediakan skillfull manpower (tenaga ahli) di bidang IT untuk berbagai sektor korporasi. Saat ini, ITN telah memiliki kerja sama penyediaan teknologi dan alat-alat pelengkapnya yang berbasis internet (IOT atau internet of things) untuk industri transportasi elektrik (electric vehicle) hingga industri pertambangan.

PT Viva Teknologi Integra (VIVAT) merupakah unit usaha perseroan yang bergerak di bidang penyediaan dan pengelolaan infrastruktur yang saat ini fokus untuk industri penyiaran. Seiring dengan berlakunya ketetapan pemerintah di mana industri penyiaran harus beralih menggunakan sistem siaran dari analog menjadi digital pada November 2022 silam, maka peluang bisnis VIVAT menjadi sangat potensial.

Di tahun 2023, VIVAT telah menjalankan kegiatan usaha pengelolaan infrastruktur industri siaran berbasis digital tersebut yang mana menyumbang sekitar 76% dari keseluruhan pendapatan BTEL Group.

Terakhir, PT Sangads Digital Pariwara (Sangads), merupakan unit usaha perseroan yang bergerak di bidang digital marketing dan content production. Berkembangnya ekosistem bisnis digital yang amat pesat memberikan peluang besar dalam lini bisnis ini yang juga telah terealisasi dalam bentuk pendapatan Sangads yang mulai mengalir.

Hampir 13% dari pendapatan BTEL Group adalah dari hasil kegiatan bisnis Sangads. Sangads memberikan solusi branding dan promotion khususnya bagi usaha menengah (UMKM) di mana Sangads menyiapkan ide kreatif (fungsi creative agency) dan juga memaksimalkan pemasangan iklan yang tepat guna di platform digital (fungsi digital media agency).

“Dengan mulai berhasilnya transformasi bisnis BTEL Group menjadi bisnis berbasis digital maka peluang BTEL Group kedepan kami yakini akan solid. Ke depan hampir semua industri dan sektor bisnis satu hal dan hal lainnya akan bergantung dengan teknologi digital, kami di BTEL Group telah menyiapkan sumber daya manusia, jasa dan infrastruktur yang bisa menjadi solusi atas kebutuhan para pihak untuk melakukan transormasi digital tersebut,” ucap Harya Hidayat.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 8 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia