Sabtu, 4 April 2026

Saham Bukit Asam (PTBA) Merana, Muncul Penerawangan Begini

Penulis : Thresa Sandra Desfika
9 Sep 2024 | 12:18 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi kegiatan penambangan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). (Foto: PTBA)
Ilustrasi kegiatan penambangan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). (Foto: PTBA)

JAKARTA, investor.id - Saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) lagi merana. Pada perdagangan 3-6 September 2024 pekan lalu saham batu bara ini selalu memerah.

Di akhir sesi I perdagangan Senin, 9 September 2024 ini pun saham PTBA kembali memerah -1,85% ke Rp 2.660. Jumlahnya 13,67 juta saham ditransaksikan, frekuensi 6.777 kali, dan nilai transaksi Rp 36,66 miliar.

Saham ini juga sempat menyentuh Rp 2.650 yang merupakan level terendahnya dalam satu minggu terakhir. Dan memang dalam satu pekan terakhir saham PTBA anjlok 5,67%.

Advertisement

Sementara itu, produksi batu bara Bukit Asam (PTBA) pada kuartal II-2024 tetap kuat sebanyak 11,5 juta ton atau melonjak 58% qoq, meskipun terdapat tantangan La Nina. Adapun stripping ratio turun 8% yoy menjadi 5,8 kali.

Sedangkan volume penjualan Bukit Asam pada semester I-2024 juga tergolong solid mencapai 20,1 juta ton atau meningkat 15% yoy. “Hal itu didorong oleh penjualan batu bara melalui angkutan truk (kapasitas hingga 350 ribu ton/bulan) dan masuk ke pasar ekspor baru,” tulis analis Samuel Sekuritas, Farras Farhan dalam risetnya, belum lama ini.

Tetapi, laba Bukit Asam pada kuartal II-2024 anjlok 23% yoy menjadi Rp 1,2 triliun, dengan margin EBIT sebesar 16,1% atau tergerus 290 bps yoy. Penurunan drastis itu dipicu oleh koreksi harga jual rata-rata (average selling price/ASP) batu bara perseroan sebesar 20,3% yoy menjadi Rp 1 juta/ton.

Emiten berkode saham PTBA tersebut juga mencatatkan margin tunai yang lebih rendah sebesar Rp 296 ribu/ton atau ambles 21,8% yoy. Itu disebabkan oleh masalah pengiriman. Pendapatan bunga juga ambrol 75,8% yoy pada kuartal II-2024 menjadi Rp 54 miliar.

Ke depan, PTBA berpeluang meningkatkan kapasitas produksi batu bara sebesar 20 juta tpa (+60%), seiring proyek rel kereta Keramasan sepanjang 158 km, yang diperkirakan mulai beroperasi pada kuartal II-2025.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


InveStory 5 menit yang lalu

Tantangan Organisasional Menghadapi Gap Profesionalitas Bisnis

Turnaround Garuda hanya akan berhasil jika perusahaan berhenti sekadar memonetisasi kursi dan mulai mengorkestrasi sistem nilai perusahaan.
Business 9 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.
International 13 menit yang lalu

Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Operasi Penyelamatan Pilot Jadi Rebutan

Jet F-15 AS jatuh di Iran, operasi penyelamatan pilot jadi rebutan kedua pihak. Eskalasi perang kian meluas hingga ancam pasokan energi.
Business 39 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 42 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 52 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia