Saham Bukit Asam (PTBA) Merana, Muncul Penerawangan Begini
JAKARTA, investor.id - Saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) lagi merana. Pada perdagangan 3-6 September 2024 pekan lalu saham batu bara ini selalu memerah.
Di akhir sesi I perdagangan Senin, 9 September 2024 ini pun saham PTBA kembali memerah -1,85% ke Rp 2.660. Jumlahnya 13,67 juta saham ditransaksikan, frekuensi 6.777 kali, dan nilai transaksi Rp 36,66 miliar.
Saham ini juga sempat menyentuh Rp 2.650 yang merupakan level terendahnya dalam satu minggu terakhir. Dan memang dalam satu pekan terakhir saham PTBA anjlok 5,67%.
Sementara itu, produksi batu bara Bukit Asam (PTBA) pada kuartal II-2024 tetap kuat sebanyak 11,5 juta ton atau melonjak 58% qoq, meskipun terdapat tantangan La Nina. Adapun stripping ratio turun 8% yoy menjadi 5,8 kali.
Sedangkan volume penjualan Bukit Asam pada semester I-2024 juga tergolong solid mencapai 20,1 juta ton atau meningkat 15% yoy. “Hal itu didorong oleh penjualan batu bara melalui angkutan truk (kapasitas hingga 350 ribu ton/bulan) dan masuk ke pasar ekspor baru,” tulis analis Samuel Sekuritas, Farras Farhan dalam risetnya, belum lama ini.
Tetapi, laba Bukit Asam pada kuartal II-2024 anjlok 23% yoy menjadi Rp 1,2 triliun, dengan margin EBIT sebesar 16,1% atau tergerus 290 bps yoy. Penurunan drastis itu dipicu oleh koreksi harga jual rata-rata (average selling price/ASP) batu bara perseroan sebesar 20,3% yoy menjadi Rp 1 juta/ton.
Emiten berkode saham PTBA tersebut juga mencatatkan margin tunai yang lebih rendah sebesar Rp 296 ribu/ton atau ambles 21,8% yoy. Itu disebabkan oleh masalah pengiriman. Pendapatan bunga juga ambrol 75,8% yoy pada kuartal II-2024 menjadi Rp 54 miliar.
Ke depan, PTBA berpeluang meningkatkan kapasitas produksi batu bara sebesar 20 juta tpa (+60%), seiring proyek rel kereta Keramasan sepanjang 158 km, yang diperkirakan mulai beroperasi pada kuartal II-2025.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






