Juragan Emas, Sahamnya Laku
JAKARTA, investor.id - Saham ‘juragan’ tambang emas, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) laku diperdagangkan. Dalam lima hari bursa terakhir, frekuensi perdagangannya mencapai 150.271 kali dan ada di nomor 2 saham berfrekuensi tinggi setelah PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK).
Total sebanyak 1,8 miliar saham J Resources berkode PSAB diperdagangkan selama 5 hari bursa terakhir dengan nilai transaksi Rp 497,6 miliar. Adapun asing mencatatkan net buy Rp 9,3 miliar.
Pada perdagangan Jumat (13/9/2024), saham PSAB melemah 2,22% ke Rp 264. Dengan frekuensi 35.022 kali, lalu 354,82 juta saham diperdagangkan, dan nilai transaksi Rp 95,48 miliar.
Dalam sepekan terakhir saham J Resources menguat 14,78%, dan dalam periode year to date (ytd) melambung 186,96%. Nilai kapitalisasi pasarnya Rp 6,98 triliun.
Pengendali J Resources adalah Jimmy Budiarto yang menggenggam 92,5% saham perseroan. Sedangkan publik memegang 7,5% saham PSAB.
Jumlah pemegang saham emiten tambang emas ini per 31 Agustus 2024 berjumlah 8.681 pihak. Angkanya melonjak 1.562 pihak dibandingkan per akhir Juli 2024 yang berjumlah 7.119 pemegang saham.
Jimmy Budiarto menjabat sebagai komisaris utama J Resources. Diangkat sebagai komisaris utama perseroan sejak Maret 2020 berdasarkan Akta No. 6 tanggal 3 Maret 2020 dibuat di hadapan Humberg Lie, Notaris di Jakarta Utara. Ia telah menghabiskan sebagian besar karirnya di industri pertambangan dan telah menerapkan pengalaman masa kerjanya di bidang kontrak pertambangan sampai menjadi pemilik bisnis/operator yang menjalankan bisnis J Resources.
J Resources Asia Pasifik (PSAB), melalui anak-anak perusahaannya, memiliki lima proyek inti, yaitu satu proyek pertambangan dengan status pengembangan dan eksplorasi, dua proyek pertambangan produksi yang aktif, dan dua proyek dalam tahap pascatambang.
Baca Juga:
Ada Update terkait Grup Astra (ASII)Semua proyek terletak di Indonesia, kecuali Tambang Penjom yang berada di tengah “sabuk emas”, di Negeri bagian Pahang di semenanjung Malaysia.
Aset produktif utama perseroan adalah Tambang Bakan di Sulawesi Utara dan aset produktif sekunder adalah Tambang Penjom di Malaysia. Sedangkan Tambang Lanut Utara di Sulawesi Utara dan Tambang Seruyung di Kalimantan Utara sudah memasuki tahap pasca tambang. Project pipeline perseroan lainnya, yaitu Proyek Doup. Hal tersebut sebagaimana keterangan pada laporan tahunan J Resources (PSAB) tahun 2023.
Rumor
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






