Harga Emas Melemah Usai Tembus Rekor Tertinggi
NEW YORK, investor.id - Harga emas melemah pada Rabu (18/9/2024). Setelah menembus rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) yang didorong oleh keputusan The Fed memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin (bps).
Dikutip dari CNBC internasional, harga emas di pasar spot turun 0,4% menjadi US$ 2.560,29 per ons, setelah sebelumnya sempat naik ke level rekor tertinggi US$ 2.599 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat (AS) justru naik 0,2% dan menetap di US$ 2.598,60 per ons.
Tai Wong, pedagang logam independen berbasis di New York, mengatakan, harga emas melonjak ke level tertinggi, namun imbal hasil obligasi juga naik. Pemangkasan 50 basis poin adalah kabar baik bagi emas.
"Emas saat ini berada dalam pasar bullish dan kemungkinan akan terus naik. Kecepatan kenaikannya akan sangat bergantung pada pernyataan Powell," tambahnya.
Bank sentral AS memulai langkah pelonggaran kebijakan moneter yang diperkirakan akan terus berlanjut, dengan pemangkasan 0,5% (setengah persen) atau 50 bps.
Para pembuat kebijakan memperkirakan suku bunga acuan The Fed akan turun lagi sebesar 0,5% sebelum akhir tahun ini, serta pemangkasan tambahan sebesar 1% penuh pada 2025.
Dolar AS Tertekan
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






