Minggu, 21 Juni 2026

Laba Emiten Ini Melonjak, Anak Usaha Mau IPO?

Penulis : Thresa Sandra Desfika
19 Sep 2024 | 09:46 WIB
BAGIKAN
Summarecon Bekasi, salah satu proyek Summarecon Agung (SMRA). (Foto: Summarecon)
Summarecon Bekasi, salah satu proyek Summarecon Agung (SMRA). (Foto: Summarecon)

JAKARTA, investor.id - PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 753,68 miliar sepanjang semester I-2024.

Hal tersebut sebagaimana terungkap dari laporan keuangan perseroan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2024.

Adapun angka laba bersih itu melonjak 70,5% dari Rp 442,03 miliar pada periode yang sama tahun 2023 lalu.

ADVERTISEMENT

Summarecon (SMRA) mencatatkan pendapatan neto Rp 5,67 triliun di enam bulan pertama tahun ini. Meningkat dari Rp 2,99 triliun pada semester I-2023.

Sementara itu, Stockbit Sekuritas menilai laba bersih Summarecon (SMRA) selama 1H24 mencapai hampir Rp 754 miliar telah memenuhi 81% dari estimasi FY24F konsensus, dengan hasil laba operasional yang lebih kuat lagi.

Adanya beban one–off berupa pajak BPHTB sebesar Rp 402 miliar dari penjualan Summarecon Mal Kelapa Gading ke PT Summarecon Investment Property (SMIP) menutupi kinerja operasional SMRA yang sangat baik pada 2Q24 sebesar Rp 1,5 triliun (+233% yoy, +111% qoq).

“Laba operasional SMRA selama 1H24 sendiri mencapai Rp 2,2 triliun (+141% yoy), telah melampaui (103%) estimasi FY24F konsensus,” jelas ulasan Stockbit Sekuritas, Kamis (19/9/2024).

Menurut Stockbit Sekuritas, laba Summarecon Agung (SMRA) didorong oleh peningkatan tajam pada pengakuan pendapatan dari segmen residensial selama 2Q24, dengan pendapatan mencapai Rp 3,5 triliun (+137% yoy, +66% qoq).

“Margin laba kotor yang relatif stabil (+30 bps yoy, +140 bps qoq) dan pertumbuhan pendapatan yang kuat memberikan leverage operasional yang signifikan, sehingga mendorong lonjakan laba operasionalnya. Pendapatan dari segmen residensial melonjak +398% yoy dan +115% qoq pada 2Q24, serta berkontribusi atas 68% dari total pendapatan,” terang Stockbit Sekuritas.

Anak Usaha IPO?

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 31 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 59 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia