Minggu, 21 Juni 2026

Harga Emas Mulai Kasih Tanda-tanda Pelemahan, Harganya Bisa Turun Jadi Segini

Penulis : Indah Handayani
30 Sep 2024 | 10:40 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi harga emas. Foto: Pixabay
Ilustrasi harga emas. Foto: Pixabay

JAKARTA, investor.id - Harga emas mulai memberikan tanda-tanda pelemahan. Hal ini seiring dengan pelaku pasar menantikan rilis data Indeks Manajer Pembelian (IMP) dari China, sehingga harganya bisa turun jadi segini.

Pada pukul Senin (30/9/2024) pada pukul 10.30 WIB, harga emas berada pada 2.654,86 turun 0,13%. Sedangkan rekor tertinggi harga emas sepanjang masa (all time high/ATH) berada di level 2.685 yang dicatat pada 26 September lalu.

Analis Dupoin Indonesia Andy Nugraha mengatakan, saat ini emas berada dalam fase yang menarik. Berdasarkan indikator teknis Moving Average, tren bullish emas yang terjadi belakangan ini mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Meskipun emas menunjukkan pemulihan, namun potensi penurunan masih ada dengan target harga menuju US$ 2.624 jika tren melemah terus berlanjut.

ADVERTISEMENT

“Saat ini, harga emas berada di titik kritis. Namun, jika rebound terjadi, harga emas bisa mencapai US$ 2.670. Namun, jika harga emas tidak menembus level support tersebut, rebound harga bisa terjadi dengan potensi kenaikan hingga US$ 2.670 sebagai target terdekat,” tegas Nugraha.

Saat ini, lanjut Nugraha, para investor menantikan rilis data Indeks Manajer Pembelian (IMP) dari China. Stimulus sebesar 1 triliun Yuan yang diumumkan oleh Politbiro China minggu lalu telah memperkuat sentimen pasar, namun pengaruhnya mulai terbatas seiring dengan perubahan kebijakan moneter global yang tidak terlalu dovish.

“Beberapa bank sentral, seperti Swiss National Bank (SNB) dan Bank of Mexico (Banxico), hanya memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, sementara Bank Sentral Sri Lanka bahkan mempertahankan suku bunga mereka tetap stabil,” tambah Nugraha.

Sementara itu, Nugraha menyebut, jajak pendapat Reuters mengindikasikan bahwa Reserve Bank of India (RBI) kemungkinan akan menurunkan suku bunga sebesar 50 basis poin dalam enam bulan mendatang. Namun, fokus pasar saat ini tertuju pada data IMP China. Prakiraan menunjukkan IMP Manufaktur China akan naik ke 49,5 di bulan September dari 49,1, sementara IMP Jasa diprediksi naik tipis ke 50,4 dari 50,3.

“Jika data ini lebih lemah dari perkiraan, hal ini bisa memberikan tekanan tambahan pada emas, mengingat China merupakan salah satu importir terbesar emas dunia,” paparnya.

Dorongan Positif

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 3 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 34 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia