Harga Emas Rontok, tapi Catat Kuartal Terbaik dalam Empat Tahun Terakhir
NEW YORK, investor.id - Harga emas rontok pada Senin (30/9/2024). Setelah reli rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) yang dipicu oleh pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) dan ketegangan di Timur Tengah. Reli tersebut membawa harga emas mencatatkan kuartal terbaiknya sejak 2020.
Dikutip dari Reuters, harga emas spot jatuh 0,9% menjadi US$ 2.634,75 per ons pada pukul 18.08 GMT. Sementara harga kontrak berjangka emas AS ditutup jatuh 0,3% pada $2.659,40 per ons.
Sepanjang kuartal III-2024, harga emas telah naik lebih dari 13%, menandai kuartal terbaiknya sejak awal 2020.
Pada 26 September 2024, harga emas mencapai rekor tertinggi di US$ 2.685,42 per ons. Hal itu didorong oleh pemangkasan suku bunga setengah persen oleh The Fed dan eskalasi ketegangan di Timur Tengah.
"Ada kemungkinan beberapa investor melakukan rotasi dari logam mulia ke saham, tapi saya tidak berpikir itu akan berlangsung lama. Tanpa diragukan lagi, tren emas masih naik," kata Peter A Grant, Wakil Presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals.
Baca Juga:
AS Danai Uji Coba Solusi Smart City IKNPara analis mengatakan, reli harga emas tertahan oleh aksi ambil untung dan lonjakan saham di China. Ketika minat terhadap aset berisiko meningkat, investor umumnya menjauh dari emas sebagai aset safe-haven.
Namun, kenaikan harga emas baru-baru ini terjadi bersamaan dengan penguatan saham, terutama setelah pemangkasan suku bunga besar oleh The Fed, karena suku bunga yang lebih rendah meningkatkan daya tarik emas yang tidak menghasilkan bunga.
Prediksi Powell
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






