Minggu, 21 Juni 2026

Harga Emas Terus-terusan Tertekan, Ada Apa?

Penulis : Indah Handayani
2 Nov 2024 | 05:00 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga emas. (Foto: Chalinee Thirasupa/ Bloomberg/ Getty Images)
ilustrasi harga emas. (Foto: Chalinee Thirasupa/ Bloomberg/ Getty Images)

NEW YORK, investor.id - Harga emas dunia terus-terusan tertekan pada pada Jumat (1/11/2024). Hal itu akibat penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS). Namun, data pertumbuhan lapangan kerja yang lemah di AS membuat beberapa analis memperkirakan potensi penurunan suku bunga dari The Fed yang membatasi penurunan harga emas.

Dikutip dari CNBC internasional, harga spot emas turun 0,2% ke level US$ 2.736,28 per ons. Penurunan ini terjadi setelah emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di level US$ 2.790,15 pada Kamis (31/10/2024). Beberapa trader mengambil keuntungan dari harga tinggi ini, yang menyebabkan penurunan 1,5% pada hari sebelumnya. Sementara itu, kontrak berjangka emas ditutup stabil di level US$ 2.749,2.

Laporan data ketenagakerjaan AS menunjukkan peningkatan nonfarm payrolls hanya sebesar 12 ribu pekerjaan pada bulan lalu, kenaikan terkecil sejak Desember 2020, dipengaruhi oleh gangguan akibat badai dan pemogokan pekerja pabrik di sektor kedirgantaraan.

ADVERTISEMENT

Di saat yang sama, dolar AS menghapus kerugian sebelumnya dan menguat sebesar 0,4%. Imbal hasil obligasi AS 10 tahun AS juga kembali naik setelah sempat turun, membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik.

Ahli strategi pasar senior di RJO Futures Bob Haberkorn menyatakan, tingginya ketidakpastian menjelang pemilihan presiden (pilpres) AS, serta ancaman potensi serangan balik Iran terhadap Israel, memperkuat kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh The Fed. "Laporan ketenagakerjaan yang buruk ini seharusnya mendukung penurunan suku bunga oleh The Fed," katanya.

Kini, para ekonom melihat peluang 100% untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh The Fed minggu depan, naik dari 91% sebelum data ketenagakerjaan dirilis.

Pilpres AS

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 2 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 3 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 3 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 3 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 3 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 4 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia