Jumat, 15 Mei 2026

BTPN Syariah (BTPS) Lapor Kinerja 2024

Penulis : Prisma Ardianto
17 Feb 2025 | 15:50 WIB
BAGIKAN
Community Officer (CO) dan nasabah BTPN Syariah dalam Pertemuan Rutin Sentra/PRS. (Foto: BTPN Syariah)
Community Officer (CO) dan nasabah BTPN Syariah dalam Pertemuan Rutin Sentra/PRS. (Foto: BTPN Syariah)

JAKARTA, investor.id – PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) atau BTPN Syariah membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp 1,06 triliun, turun 1,77% year on year (yoy) untuk tahun buku 2024.

Mengacu laporan keuangan BTPN Syariah pada Senin (17/2/2025), perolehan laba bersih tersebut didukung pos pendapatan dari penyaluran dana yang mencapai Rp 5,39 triliun, bergerak turun 6,05% pada 2024.

Penurunan pendapatan dipengaruhi kinerja penyaluran pembiayaan BTPS yang turun cukup dalam sebesar 10,67% (yoy) sepanjang tahun lalu. Sebagai perbandingan, pembiayaan turun dari Rp 11,38 triliun menjadi Rp 10,17 triliun.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, pos bagi hasil untuk pemilik dana investasi naik 3,63% (yoy) menjadi Rp 504,10 miliar. Alhasil, pendapatan setelah distribusi bagi hasil harus turun 6,93% (yoy) menjadi Rp 4,89 triliun.

Namun demikian, BTPN Syariah masih mencatat sebagai salah satu bank dengan perolehan margin tertinggi. Rasio net imbalan (NI) yang dikantongi emiten bersandi BTPS ini mencapai 24,30%, meskipun dalam tren penurunan dari tahun sebelumnya sebesar 26,00%.

Bank syariah yang menyalurkan pembiayaan dengan sistem tanggung renteng ke sektor ultra mikro ini mengalami perbaikan pemburukan kualitas aset, seperti dilaporkan dalam rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) gross yang naik dari 2,94% ke posisi 3,75%. Namun sebaliknya, NPF net membaik dengan penyusutan dari 0,29% ke level 0,03%.

Kinerja positif lainnya adalah rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang turun 76,35% ke 74,93%. Sementara dari sisi likuiditas, rasio financing to deposit ratio (FDR) mengendur dari 93,78% menjadi 86,75%.

Direktur BTPN Syariah, Fachmy Achmad menyatakan bahwa upaya perusahaan membangun perilaku unggul adalah kunci bagi nasabah pembiayaan dapat bertahan dalam situasi apapun. BTPN Syariah berterima kasih dengan keterlibatan semua pihak yang telah mendukung fokus perusahaan dalam melayani masyarakat inklusi terutama di masa menantang ini, sehingga realisasi kinerja BTPN Syariah sesuai harapan.

Alhamdulillah, bank berhasil mencetak laba bersih mencapai Rp 1,06 triliun. Semoga fokus Bank dalam membangun perilaku unggul bagi masyarakat inklusi dapat berdampak nyata terhadap usaha nasabah ke depannya dan membuat hidup masyarakat inklusi lebih berarti,” ucap Fachmy, melalui keterangan resmi, pada Senin (17/02/2025).

Pernyataan BTPS

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 21 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 53 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia