Harga Emas Ngebut Lagi, Ada Ketegangan Baru
NEW YORK, investor.id - Harga emas ngebut lagi pada Selasa (4/3/2025). Hal itu seiring melemahnya dolar Amerika Serikat (AS). Ditabah lagi, meningkatnya permintaan aset safe haven akibat adanya ketegangan perdagangan yang semakin memanas setelah Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif baru.
Dikutip dari Reuters, harga emas spot naik 0,6% menjadi US$ 2.911,88 per ons. Sejak awal tahun, emas telah menguat hampir 11% dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di US$ 2.956,15 pada 24 Februari lalu. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup naik 0,7% di US$ 2.920,6.
"Pemberlakuan tarif baru menciptakan ketidakpastian tinggi di pasar, sehingga produk safe haven seperti emas dan perak terus menunjukkan performa positif," ujar Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures David Meger.
Meger menambahkan, dolar AS mengalami tekanan terhadap mata uang utama lainnya, yang turut mendukung kenaikan harga emas.
Trump resmi memberlakukan tarif impor baru sebesar 25% terhadap produk dari Meksiko dan Kanada pada pukul 05.01 GMT. Selain itu, ia menggandakan tarif barang dari China menjadi 20%.
Sebagai respons, China segera membalas dengan memberlakukan tarif tambahan sebesar 10-15% terhadap beberapa barang impor dari AS mulai 10 Maret, serta serangkaian pembatasan ekspor untuk entitas AS tertentu. Kanada juga merespons dengan tarif 25% terhadap impor dari AS senilai C$30 miliar yang berlaku segera pada Selasa.
Level Terendah
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






