PTBA Petik Pelajaran dari Mundurnya Air Products di Proyek DME
JAKARTA, investor.id – Mundurnya Air Products & Chemicals Inc. (AIPC), perusahaan gas industri dan kimia asal Amerika Serikat (AS), dari proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) memberikan pelajaran berarti bagi PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Kapok ditinggal kedua kalinya, PTBA kini jauh lebih berhati-hati dan enggan bila sekadar menjadi supplier di proyek tersebut.
Dulu, sebelum Air Products menyatakan hengkang, anggota Holding BUMN Industri Pertambangan MIND ID itu bersiap menjadi pemasok batu bara di proyek DME. Lalu, Air Products akan memprosesnya menjadi DME, dan PT Pertamina (Persero) berperan sebagai offtaker. Namun, rencana tersebut terpaksa bubar di tengah jalan bersamaan dengan cabutnya Air Products.
“Sekarang bagaimana, ini yang mau dilanjutkan apa? Nah, dalam hal ini, kami (PTBA) akan mengikuti arahan pemerintah,” ucap Direktur Utama Arsal Ismail dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (14/4/2025).
PTBA sendiri memperlihatkan keinginan untuk melanjutkan proyek DME. Soalnya, perseroan sudah melakukan berbagai persiapan mulai dari sisi kawasan sampai batu baranya. Tinggal sekarang, kata Arsal, mempersiapkan secara detail dari sisi keekonomiannya.
Sayangnya, menemukan calon mitra tepat pengganti Air Products rupanya bukan perkara gampang. Terbukti, setelah membangun komunikasi dengan sejumlah investor termasuk investor asal China, PTBA sampai sekarang belum kunjung mengumumkan siapa pengganti Air Products.
Arsal mengatakan, jumlah pemain atau investor DME di dunia ini tidak banyak. Namun, di China ada beberapa (mitra/investor). Pernyataan tersebut seolah menjawab kabar yang berembus bahwa mitra asal China disebut-sebut sebagai kandidat kuat pengganti Air Products.
Tetap tak ingin gegabah, PTBA terus mengkaji secara mendalam dan siap mendukung apa pun yang dilakukan pemerintah. “Kami akan menyampaikannya secara hati-hati. Kalau memang nantinya dari sisi manfaat DME banyak yang membutuhkan tentu kami harus berjalan,” ungkap Arsal.
Yang jelas, tiba saatnya calon investor pengganti Air Products masuk, Arsal berterus terang, PTBA tidak mau hanya berperan sebagai pemasok batu bara. Tetapi, PTBA ingin terlibat langsung bersama pihak ketiga agar benar-benar mengetahui.
“Jadi, (DME) tidak mundur dan kami akan menggunakan konsultan. Mudah-mudahan, kalau ini memang hasilnya bagus. Kami akan sampaikan. Tapi hilirisasi yang lain kami tetap fokus,” tuturnya.
Hilirisasi lain yang Arsal maksud ialah proyek hilirisasi berupa grafit buatan (artificial graphite) yang akan menghasilkan anode sheet sebagai komponen mobil listrik. “Jadi, anoda dihasilkan PTBA, katodanya dari anggota MIND ID yang lain. Ada PT Timah, ada Inalum sehingga ekosistemnya terintegrasi. Lebih dari 90%, komponen-komponennya sudah disiapkan di dalam negeri. Walaupun ada impor, jumlahnya relatif sedikit. Ini yang sedang kami jalankan,” ungkap Arsal.
Menariknya lagi, proyek hilirisasi berupa grafit buatan tersebut secara komersial ada dan pasar serta prospeknya bagus. “Mudah-mudahan, tahun ini studi kelayakan untuk proyek grafit buatan selesai. Tahun depan, kami harapkan sudah bisa mulai bangun dan dalam kurang lebih tiga tahun ke depan, kami harapkan bisa komersial,” ujarnya.
Gandeng PGAS
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026
PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.Perkuat Kapasitas Serapan, Bulog akan Bangun 100 Gudang Penyimpanan Baru
Perum Bulog akan menambah 100 gudang penyimpanan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan meningkatkan kapasitas serapan petani.Presiden Prabowo akan Sambut Kedatangan 3 Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon
Presiden Prabowo dijadwalkan menyambut kedatangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.Enam Minggu Perang, Ribuan Nyawa Melayang dan 3 TNI Gugur
Update korban perang Timur Tengah: 3.500 tewas di Iran, 13 tentara AS gugur, dan 3 prajurit TNI Indonesia tewas saat tugas PBB di Lebanon.Perum Bulog Catat Stok Beras 4,4 Juta Ton, Lampaui Target 2026
Perum Bulog mencatat stok beras nasional 4,4 juta ton melebihi target serapan sebesar 4 juta ton. Swasembada pangan optimistis tercapai.Trump Usulkan ’Golden Dome’ dan Anggaran Perang Rp 25,5 Kuadriliun
Presiden Trump usulkan anggaran militer AS 2027 US$ 1,5 triliun. Fokus pada sistem pertahanan Golden Dome dan pangkas dana domestik.Tag Terpopuler
Terpopuler






