Harga Minyak Menguat, tapi Melemah dalam Sepekan, Mengapa?
NEW YORK, investor.id – Harga minyak mentah global ditutup menguat tipis pada Jumat (25/4/2025). Namun, mencatatkan penurunan secara mingguan. Tekanan berasal dari kekhawatiran pasar terhadap potensi kelebihan pasokan dan ketidakpastian terkait pembicaraan tarif antara Amerika Serikat (AS) dan China.
Dikutip dari Reuters, harga minyak Brent menguat 32 sen menjadi US$ 66,87 per barel, tetapi tetap turun 1,6% selama sepekan. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 23 sen ke posisi US$ 63,02 per barel, mencatat penurunan mingguan sebesar 2,6%.
Pada hari yang sama, China mengumumkan pengecualian tarif terhadap sebagian produk AS. Langkah ini dianggap sebagai sinyal pelonggaran ketegangan dagang antara dua ekonomi terbesar dunia. Namun, pemerintah China segera membantah klaim Presiden AS Donald Trump yang menyatakan negosiasi sedang berlangsung.
Analis Saxo Bank Ole Hansen mengatakan, traders mulai melihat peluang kenaikan harga minyak semakin kecil dalam jangka pendek. Hal ini disebabkan oleh berlanjutnya perang dagang serta spekulasi bahwa aliansi OPEC+ akan mempercepat peningkatan produksi mulai Juni mendatang.
Sebelumnya, harga minyak sempat jatuh ke level terendah dalam empat tahun akibat kekhawatiran dampak tarif terhadap permintaan global dan aksi jual di pasar keuangan.
Pasokan Minyak
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






