MDKA Terangkat Proyek Emas & Nikel, Target Harga Segini
JAKARTA, investor.id – Proyek emas dan nikel akan mendorong pertumbuhan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) pada 2026-2027. Lantas, bagaimana prospek perseroan dan saham MDKA ke depan?
“Merdeka Copper Gold diperkirakan bakal mendapat tambahan EBITDA sebesar US$ 30 juta pada semester II-2025 dari dimulainya proyek AIM (acid, iron, metal) di Morowali, Sulawesi Tengah,” tulis analis Samuel Sekuritas Indonesia, Juan Harahap dan Brandon Boedhiman dalam risetnya, yang dikutip pada Senin (21/7/2025).
Merdeka Copper Gold juga terus mengurangi risiko pada proyek tembaga Tujuh Bukit (TB Copper Project) di Banyuwangi, Jawa Timur, dengan meningkatkan cadangan bijih operasi SLC (sub level caving) untuk produksi awal menjadi 6 juta ton dari sebelumnya 4 juta ton. Pengumuman pra-studi kelayakan diundur ke semester II-2025.
Untuk proyek emas Pani (Pani Gold) di Gorontalo, Sulawesi Utara, operasi heap leach dijadwalkan commissioning mulai kuartal IV-2025. Penuangan emas pertama diperkirakan pada kuartal I-2026. Emiten berkode saham MDKA tersebut memperkirakan kontribusi dari proyek emas Pani sebanyak 80 ribu ons emas pada 2026.
Baca Juga:
Saham PGAS Di-upgradeTerkait proyek HPAL, ESG HPAL Train B (Morowali) ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal II-2025, kemudian bertransisi ke FPP tambang SCM pada semester II-2025. Saat ini masih beroperasi dengan FPP milik IMIP.
Adapun proyek smelter HPAL SLNC telah mencapai 14,4% penyelesaian pada kuartal I-2025 dan jadwal commissioning tetap sesuai rencana pada semester II-2026.
“Proyek smelter tembaga, emas, dan nikel akan mendorong prospek MDKA dalam jangka menengah hingga panjang,” sebut Juan.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






