Diborong Grup Djarum, SSIA Bisa Masuk MSCI, Target Harga Tinggi
Menurut manajemen SSIA, harga jual rata-rata (ASP) lahan industri di kawasan Subang Smartpolitan mencapai US$ 120 per meter persegi, melonjak 50% yoy. Sebagai perbandingan, selama pembangunan jalan tol Trans Jawa dari tahun 2015 hingga selesai pada 2018, harga lahan di Bekasi dan Karawang masing-masing naik 37% menjadi Rp 3 juta per meter persegi dan 39,8% menjadi Rp 2,5 juta per meter persegi.
Dengan penyelesaian proyek tol Patimban, Samuel Sekuritas memperkirakan ASP lahan di Subang Smartpolitan milik Surya Semesta Internusa (SSIA) bakal melonjak sekitar 30%.
Baca Juga:
Diskon Besar Saham HM Sampoerna (HMSP)Selain itu, penyelesaian Pelabuhan Patimban tahap I-2 yang dijadwalkan pada kuartal IV-2025 akan meningkatkan kapasitas pelabuhan menjadi 3,75 juta TEUs (+1.400%) dan 600 ribu CBUs (+114%), sehingga makin memperkuat kemampuan logistik di kawasan itu.
Dengan berbagai faktor tersebut, Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham SSIA. Target harga saham SSIA dipatok sebesar Rp 4.000, naik drastis dari sebelumnya Rp 2.000.
Selain berpotensi masuk indeks MSCI, pandangan positif terhadap SSIA juga didukung oleh proyeksi penjualan lahan yang kuat seluas 60-70 hektare per tahun dalam beberapa tahun ke depan.
Risiko utamanya jika terdapat tantangan dalam pelaksanaan proyek, terjadi keterlambatan dalam pembangunan jalan tol dan Pelabuhan Patimban, serta perubahan regulasi.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






